In Memoriam: Andreas Budiman Kenang Kebijaksanaan dan Keakraban Drs. Barry Kusuma

Ketua Departemen Advokasi dan Bantuan Hukum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Andreas Budiman, menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya Drs. Barry Kusuma. Bagi Andreas, sosok Barry Kusuma bukan hanya pemimpin organisasi, tetapi senior yang mampu merangkul semua kalangan tanpa sekat.

Menurut Andreas, salah satu hal yang paling berkesan dari Barry Kusuma adalah sikapnya yang tidak pernah menciptakan jarak antara senior dan yunior. Dalam setiap kesempatan, ia selalu membangun komunikasi yang setara, hangat, dan penuh rasa hormat.

“Beliau adalah senior yang tidak ada gap dengan yunior. Siapa pun bisa berdiskusi dengan beliau tanpa rasa sungkan,” ujar Andreas.

Ia menuturkan, setiap percakapan dengan Barry Kusuma selalu diwarnai humor dan canda tawa. Pembawaannya yang ringan membuat suasana diskusi menjadi cair, bahkan ketika membahas persoalan organisasi maupun isu-isu profesional yang serius.

“Humornya khas. Saat ngobrol, selalu ada candaan yang membuat suasana jadi hangat. Tapi di balik itu, pandangan beliau sangat bijak,” lanjutnya.

Sebagai Ketua Departemen Advokasi dan Bantuan Hukum, Andreas juga melihat bahwa Barry Kusuma memiliki sudut pandang yang matang dan penuh pertimbangan dalam menyikapi berbagai persoalan organisasi. Nasihat dan arahannya kerap menjadi penyeimbang dalam dinamika internal.

Baginya, kebijaksanaan Barry Kusuma lahir dari pengalaman panjang serta ketulusan dalam mengabdi kepada organisasi. Ia tidak hanya berbicara berdasarkan aturan, tetapi juga berdasarkan nilai dan hati nurani.

“Beliau selalu mengingatkan bahwa organisasi ini dibangun dengan kebersamaan. Sikap bijaknya membuat kita belajar bagaimana menjadi pemimpin yang tetap rendah hati,” kata Andreas.

Kepergian Drs. Barry Kusuma meninggalkan kesan mendalam bagi banyak pengurus dan anggota IKPI. Bagi Andreas Budiman, keteladanan dalam menjaga keakraban lintas generasi serta kebijaksanaan dalam berpikir akan selalu menjadi warisan yang hidup di tubuh organisasi.

“Beliau akan selalu dikenang sebagai senior yang hangat, humoris, dan penuh kebijaksanaan,” tutup Andreas. (bl)

In Memoriam: Jemmi Sutiono Kenang Drs. Barry Kusuma sebagai Penjaga Kekeluargaan IKPI

Ketua Departemen Humas Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Jemmi Sutiono, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Drs. Barry Kusuma pada Senin, 16 Februari 2026 di RS Siloam Medan. Bagi Jemmi, kehilangan ini bukan hanya kehilangan seorang pemimpin daerah, tetapi juga sosok yang memiliki perhatian besar terhadap setiap individu di dalam organisasi.

Dalam kesan pribadinya, Jemmi menilai Barry Kusuma sebagai figur yang sangat memperhatikan setiap orang yang pernah berhubungan dan mengenalnya. “Beliau bukan hanya mengenal nama, tetapi benar-benar mengenal pribadi anggotanya. Perhatian itu terasa tulus dan konsisten,” ujarnya.

Menurut Jemmi, kekuatan utama Barry Kusuma terletak pada kemampuannya membangun relationship yang kokoh dengan pondasi kekeluargaan yang erat. Hubungan yang dibangun tidak sekadar formal organisasi, tetapi tumbuh menjadi ikatan emosional yang kuat antaranggota.

“Beliau selalu menempatkan hubungan antarpengurus dan anggota dalam bingkai kekeluargaan. Itulah sebabnya suasana di IKPI, khususnya di Sumatera Utara, terasa guyub dan kompak,” kata Jemmi.

Ia menambahkan bahwa kekompakan tersebut bukan terjadi secara instan, melainkan hasil dari pendekatan yang penuh empati dan komunikasi yang hangat. Barry Kusuma dikenal mampu merangkul berbagai karakter dan latar belakang anggota tanpa sekat.

Sebagai Ketua Departemen Humas, Jemmi melihat bahwa figur seperti Barry Kusuma memiliki peran penting dalam membangun citra organisasi. “Organisasi yang kuat bukan hanya karena programnya, tetapi karena soliditas manusianya. Dan beliau adalah salah satu penjaga soliditas itu,” tegasnya.

Jemmi juga menilai bahwa nilai kekeluargaan yang ditanamkan Barry Kusuma menjadi fondasi penting dalam menjaga marwah organisasi. Kedekatan yang dibangun tidak menghilangkan profesionalisme, justru memperkuat rasa tanggung jawab bersama.

“Beliau membuktikan bahwa kepemimpinan bisa tegas tanpa kehilangan sentuhan kemanusiaan,” lanjut Jemmi.

Menutup pernyataannya, Jemmi berharap semangat kekeluargaan dan kekompakan yang telah dibangun Barry Kusuma dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus IKPI. “Jejak beliau akan selalu hidup dalam kebersamaan dan soliditas organisasi,” ujarnya. (bl)

In Memoriam: Hery, SE, BKP Kenang Drs. Barry Kusuma sebagai Sosok Loyal dan Pengayom IKPI Sumbagut

Wakil Ketua IKPI Pengda Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Hery, SE, BKP, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Drs. Barry Kusuma pada Senin, 16 Februari 2026 di RS Siloam Medan. Bagi Hery, kepergian sosok yang selama ini menjadi rekan seperjuangan dalam organisasi meninggalkan kehilangan yang sangat personal sekaligus organisatoris.

Hery mengenal Drs. Barry Kusuma sebagai sosok yang hebat, cerdas, berpengaruh, dan baik hati. “Sejak awal saya mengenal beliau di organisasi, kesan pertama saya adalah beliau figur yang kuat secara pemikiran, rasional dalam bersikap, tetapi tetap hangat dan peduli,” ujarnya.

Menurut Hery, kontribusi paling berkesan yang diberikan Barry Kusuma adalah keberhasilannya membawa IKPI di wilayah Sumatera Utara bertumbuh dan berkembang secara signifikan. Di bawah kepemimpinannya, organisasi semakin kompak, solid, dan semakin dikenal di khalayak ramai.

“Beliau tidak hanya membangun struktur organisasi, tetapi juga membangun rasa memiliki di antara anggota. IKPI menjadi lebih kuat karena kekompakan dan soliditas yang terus dijaga,” kata Hery.

Nilai dan karakter yang paling melekat pada diri Barry Kusuma, lanjut Hery, adalah loyalitas, kepedulian, sikap rasional, serta pembawaan yang humoris. Kombinasi itu menjadikan kepemimpinannya terasa tegas namun tetap bersahabat.

Salah satu kenangan yang paling diingat Hery adalah kebiasaan sederhana namun penuh makna setiap hari Sabtu. “Kami sering sarapan bersama Mie Ayam Asen di Jalan Waringin, juga bersama Pak Eben Ezer Simamora. Momen-momen seperti itu bukan hanya soal makan bersama, tetapi ruang diskusi ringan yang penuh keakraban,” ungkapnya.

Dalam perjalanan profesi, Hery juga mengingat pesan yang selalu dipegang hingga kini. Barry Kusuma kerap menekankan bahwa menjadi Konsultan Pajak harus pintar dan cerdas, menguasai ketentuan perpajakan, mampu memberikan penjelasan yang lugas kepada klien, harus memiliki kemampuan komunikasi yang berhasil dengan pihak fiskus serta tetap rendah hati dan bekerja dengan hati nurani.

“Beliau selalu mengingatkan bahwa profesionalisme harus berjalan beriringan dengan integritas,” tambah Hery.

Menutup pernyataannya, Hery menyampaikan satu kalimat yang menurutnya paling tepat untuk menggambarkan sosok tersebut. “Beliau adalah sosok yang sangat loyal terhadap organisasi IKPI, dengan gaya humoris yang selalu mengayomi anggotanya.”

Bagi keluarga besar IKPI Sumbagut, Drs. Barry Kusuma bukan sekadar pemimpin, melainkan figur panutan yang meninggalkan jejak kuat dalam perjalanan organisasi. Semangat, nilai, dan dedikasinya akan terus hidup dalam kebersamaan IKPI. (bl)

In Memoriam: Nuryadin Rahman Kenang Semangat Tak Pernah Padam Drs. Barry Kusuma

Wakil Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Nuryadin Rahman, mengenang Drs. Barry Kusuma sebagai sosok pemimpin cabang yang penuh dedikasi dan tidak pernah berhenti berkontribusi bagi organisasi, bahkan dalam kondisi sakit sekalipun.

Nuryadin mengaku mulai mengenal Barry Kusuma sejak tahun 2014, ketika dirinya terpilih sebagai Ketua IKPI Cabang Depok. Pada saat yang sama, Barry Kusuma menjabat sebagai Ketua IKPI Cabang Medan. Sejak itulah komunikasi dan interaksi keduanya terjalin intens sebagai sesama Ketua Cabang.

“Saya mengenal beliau sejak 2014. Kami sama-sama menjadi Ketua Cabang, beliau di Medan dan saya di Depok. Dalam banyak kesempatan, beliau selalu memberikan masukan dan kontribusi pemikiran untuk kemajuan IKPI,” ujar Nuryadin.

Menurutnya, semangat Barry Kusuma dalam membangun organisasi sangat luar biasa. Dalam forum para Ketua Cabang, keduanya aktif berdiskusi melalui grup komunikasi internal, bertukar pandangan, serta merumuskan berbagai langkah untuk penguatan organisasi di daerah masing-masing.

“Beliau aktif berdiskusi, memberikan pandangan, dan selalu memikirkan perkembangan IKPI. Energinya sangat terasa,” katanya.

Yang paling membekas bagi Nuryadin adalah semangat Barry Kusuma yang tidak pernah padam, bahkan, kondisi kesehatan sudah menurun akibat sakit dan stroke. Dalam keadaan fisik yang terbatas, ia tetap ingin memberikan yang terbaik untuk organisasi.

“Dalam kondisi sakit pun, beliau masih ingin berkontribusi. Beliau ditunjuk oleh Ketua Umum Vaudy Starworld sebagai Ketua Pengda, dan beliau bersedia. Walaupun dalam keadaan kurang sehat, beliau tetap ingin memberikan dedikasi, pikiran, bahkan materi untuk perkembangan IKPI,” ungkap Nuryadin.

Nuryadin juga mengenang momen pelantikan, ketika Barry Kusuma tetap berusaha hadir dengan menggunakan tongkat saat dilantik sebagai Ketua Pengda Sumbagut. Baginya, itu menjadi simbol nyata semangat pengabdian yang tidak pernah surut.

“Pada saat pelantikan pun beliau tetap hadir, berusaha tegar dengan tongkat. Di situ kita melihat bahwa semangat beliau terhadap organisasi tidak pernah padam dalam kondisi apa pun,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa keteladanan tersebut harus menjadi contoh bagi generasi pengurus yang lebih muda. “Kita yang lebih muda harus menjadikan sosok Barry Kusuma sebagai teladan. Dedikasi dan loyalitasnya terhadap IKPI sangat luar biasa,” tegasnya.

Bagi Nuryadin, Barry Kusuma bukan hanya rekan sesama Ketua Cabang, tetapi figur yang menunjukkan arti pengabdian sejati dalam organisasi. Semangatnya akan terus hidup sebagai inspirasi bagi perjalanan IKPI ke depan. (bl)

In Memoriam: Vaudy Starworld Kenang Drs. Barry Kusuma sebagai Tokoh Penting Kemajuan IKPI

Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Drs. Barry Kusuma pada Senin, 16 Februari 2026 pukul 00.42 WIB di RS Siloam Medan. Bagi Vaudy, Drs. Barry Kusuma bukan hanya seorang pengurus daerah, melainkan salah satu tokoh penting dalam perjalanan dan kemajuan IKPI, baik di tingkat nasional maupun di wilayah Medan dan Sumatera Utara.

“Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi keluarga besar IKPI. Kita kehilangan seorang tokoh, orang baik, guru, dan orang yang mendedikasikan hidupnya buat IKPI,” ujar Vaudy.

Menurut Vaudy, kiprah Barry Kusuma di IKPI telah dimulai sejak lama. Bahkan sebelum 2014, beliau sudah menjabat sebagai Ketua IKPI Cabang Medan. Secara resmi tercatat sejak 2004 dipercaya menjadi Ketua IKPI Cabang Medan dan memimpin selama beberapa periode. Sejak itu, ia menunjukkan komitmen yang konsisten dalam membangun organisasi hingga akhirnya Ketua Umum Vaudy Starworld menunjuknya sebagai Ketua Pengda IKPI Sumbagut untuk masa bakti 2024–2029.

“Drs. Barry Kusuma merupakan salah satu tokoh yang berperan dalam mendorong kemajuan organisasi, tidak hanya di Sumatera Utara tetapi juga dalam dinamika nasional IKPI,” lanjut Vaudy.

Vaudy menegaskan bahwa dedikasi Barry Kusuma terhadap IKPI tidak pernah surut. “Beliau adalah pengurus yang aktif, hadir dalam berbagai agenda organisasi, dan selalu memberikan kontribusi nyata. Banyak sumbangsih yang telah beliau berikan demi kemajuan IKPI, baik dari sisi penguatan kelembagaan maupun soliditas anggota,” katanya.

Di tingkat daerah, Barry Kusuma dikenal sebagai figur pemersatu yang mampu menjaga kekompakan dan semangat kolektif para anggota. Sementara di tingkat nasional, pandangan dan masukannya kerap menjadi bagian penting dalam berbagai pembahasan strategis organisasi.

“Beliau bukan hanya menjalankan amanah jabatan, tetapi benar-benar menghidupi nilai organisasi. Loyalitas, kepedulian, dan semangat membangun yang beliau tunjukkan menjadi teladan bagi kita semua,” tegas Vaudy.

Vaudy juga mengenang gaya kepemimpinan Barry Kusuma yang hangat dan humanis. Sikapnya yang humoris membuat suasana organisasi terasa lebih cair, namun tetap fokus pada tujuan besar memajukan profesi konsultan pajak.

“Atas nama Pengurus Pusat IKPI dan seluruh anggota di Indonesia, saya menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian Drs. Barry Kusuma. Warisan semangat dan kontribusinya akan terus menjadi bagian dari perjalanan IKPI ke depan,” tutup Vaudy.

Keluarga besar IKPI mendoakan agar Drs. Barry Kusuma mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Dedikasi beliau akan selalu dikenang sebagai bagian penting dari sejarah dan kemajuan IKPI. (bl)

In Memoriam: Drs. Barry Kusuma, Sosok Loyal dan Humoris yang Menguatkan IKPI Sumbagut

Keluarga besar Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) berduka atas wafatnya Drs. Barry Kusuma, Ketua Pengurus Daerah (Pengda) IKPI Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), yang meninggal dunia pada Senin, 16 Februari 2026 pukul 00.42 WIB di RS Siloam Medan. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi seluruh jajaran pengurus dan anggota IKPI, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Utara.

Drs. Barry Kusuma dikenal sebagai sosok yang telah lama mengabdikan diri dalam organisasi. Ia mulai aktif di IKPI sejak tahun 2004 dengan menjabat sebagai Ketua IKPI Cabang Medan. Sejak saat itu, dedikasi dan komitmennya terhadap penguatan organisasi terus berlanjut hingga dipercaya memimpin Pengda IKPI Sumbagut sebagai ketua.

Selama lebih dari dua dekade berkiprah di IKPI, Barry Kusuma dikenal sebagai figur yang loyal dan penuh kepedulian terhadap organisasi. Baginya, IKPI bukan sekadar wadah profesi, melainkan rumah besar yang harus dijaga dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab.

Dalam kepemimpinannya, Barry Kusuma menanamkan nilai kekeluargaan, kehangatan, dan kekompakan di antara anggota. Ia meyakini bahwa organisasi yang kuat bukan hanya dibangun oleh struktur yang kokoh, tetapi juga oleh hubungan antarsesama yang dilandasi rasa saling menghormati dan peduli.

Sosoknya yang humoris menjadi ciri khas tersendiri. Dalam berbagai forum organisasi, Barry Kusuma kerap mencairkan suasana dengan candaan ringan tanpa mengurangi substansi pembahasan. Gaya kepemimpinan yang hangat dan bersahabat membuat anggota merasa dekat dan nyaman berdiskusi dengannya.

Rekan-rekan sejawat mengenang Barry Kusuma sebagai pribadi yang sangat baik dan selalu siap membantu. Tidak jarang ia meluangkan waktu untuk mendengarkan persoalan anggota, memberikan masukan, hingga mendampingi dalam berbagai kegiatan organisasi. Komitmennya terhadap kemajuan anggota menjadi teladan yang patut ditiru.

Di tengah dinamika organisasi yang terus berkembang, Barry Kusuma kerap mengingatkan pentingnya belajar tanpa henti untuk meningkatkan pengetahuan. Ia juga menekankan sikap rendah hati, peduli terhadap sesama, serta bersikap dengan hati nurani dalam setiap tindakan profesional maupun organisatoris.

Warisan yang ditinggalkan Barry Kusuma bukan hanya berupa jabatan atau struktur kepengurusan, melainkan nilai-nilai kebersamaan yang hingga kini masih terasa di lingkungan IKPI Sumbagut. Semangat kekeluargaan dan kekompakan yang ia bangun menjadi fondasi yang kuat bagi generasi penerus organisasi.

Kepergian Drs. Barry Kusuma menjadi kehilangan besar bagi IKPI. Namun, dedikasi, ketulusan, dan nilai-nilai yang ia tanamkan akan terus hidup dalam perjalanan organisasi. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. (bl)

Vaudy Starworld Realisasikan Janji Kampanye lewat Dialog Terbuka IKPI Surakarta, Aspirasi Anggota Diserap Langsung

IKPI, Surakarta: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, menegaskan komitmennya membangun komunikasi intens anggota. Salah satu yang diwujudkan adalah melalui kegiatan Dialog Terbuka, diantaranya dengan Cabang Surakarta yang digelar Jumat (13/2/2026) malam.

Dalam Dialog Terbuka Cabang Surakarta tersebut, Vaudy berdiskusi secara langsung dengan pengurus dan anggota tanpa sekat formalitas. Forum berlangsung dinamis dengan berbagai masukan strategis yang disampaikan secara terbuka.

“Dialog Terbuka Cabang Surakarta ini adalah wujud nyata janji saya saat kampanye. Saya ingin komunikasi tidak berhenti di pusat, tetapi hidup sampai ke pengcab,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak awal kepemimpinannya, ia berkomitmen membangun komunikasi aktif dengan anggota di tingkat pusat, pengda, dan pengcab agar organisasi berjalan selaras.

Menurutnya, Dialog Terbuka Cabang Surakarta menjadi model komunikasi dua arah yang perlu direplikasi di cabang lain untuk menjaga soliditas organisasi.

Sejumlah anggota menyampaikan apresiasi atas keterbukaan tersebut. Mereka menilai forum seperti Dialog Terbuka Cabang Surakarta memberikan ruang partisipasi nyata dalam menentukan arah organisasi.

Vaudy memastikan seluruh aspirasi yang muncul dalam Dialog Terbuka Cabang Surakarta akan dirangkum dan dibahas dalam forum strategis di tingkat pusat.

Kegiatan tersebut menegaskan bahwa IKPI berupaya menjaga sinergi dan memperkuat marwah profesi konsultan pajak melalui komunikasi berkelanjutan. (bl)

Dirjen Pajak Sebut Integritas dan Ibadah Sosial Harus Berjalan Bersama

IKPI, Jakarta: Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto menekankan pentingnya mengintegrasikan nilai keimanan dan integritas dalam pelaporan pajak, khususnya di bulan suci Ramadan. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Kick Off Kampanye Simpatik Ngabuburit Spectaxcular 2026 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jumat (13/2/2026).

Menurut Bimo, Ramadan bukan hanya momentum ibadah ritual, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat komitmen moral dalam kehidupan berbangsa, termasuk dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Ia menyebut pelaporan SPT Tahunan sebagai bentuk kontribusi sosial yang dampaknya dirasakan luas oleh masyarakat.

“Kalau kita memahami manfaat pajak, maka melaporkan SPT bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari integritas dan tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat kembali dalam bentuk layanan publik, mulai dari subsidi energi, pembangunan jalan, gaji aparatur negara, hingga anggaran pendidikan yang dialokasikan sebesar 20 persen dalam APBN. Karena itu, kepatuhan pajak memiliki dimensi sosial yang kuat.

Konsep ngabuburit yang diangkat dalam Spectaxcular 2026, lanjutnya, sengaja dirancang sebagai pendekatan humanis. Edukasi pelaporan SPT dikemas dalam suasana santai dan religius, agar masyarakat merasa lebih dekat dan nyaman dalam memahami kewajiban perpajakan.

Bimo juga mengajak Relawan Pajak Renjani untuk menjadi duta edukasi yang mampu menjelaskan manfaat pajak secara sederhana kepada masyarakat. Ia berharap pesan-pesan yang disampaikan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh kesadaran kolektif tentang pentingnya kontribusi terhadap negara.

“Ketika masyarakat sadar bahwa pajak membiayai pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, maka kepatuhan akan tumbuh dari kesadaran, bukan karena tekanan,” katanya.

Dalam periode Ramadan yang bertepatan dengan puncak pelaporan SPT, DJP menyiapkan berbagai kanal asistensi dan edukasi agar wajib pajak tetap dapat melapor dengan mudah dan tepat waktu. Pendekatan kolaboratif dengan relawan dan Tax Center kampus menjadi bagian dari strategi tersebut.

Bimo menegaskan bahwa integritas adalah fondasi utama reformasi perpajakan. Digitalisasi dan modernisasi sistem, menurutnya, harus berjalan seiring dengan penguatan etika dan komitmen moral seluruh pihak.

Menutup pernyataannya, ia mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki kualitas kepatuhan pajak. “Integritas itu pilihan. Dan di bulan yang penuh berkah ini, mari kita perkuat pilihan itu bersama,” pungkasnya. (alf)

Di Tengah Gejolak Global, Bimo Wijayanto Tegaskan Pajak Jadi Pilar Ketahanan Ekonomi Nasional

IKPI, Jakarta: Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto menegaskan optimisme terhadap ketahanan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Kick Off Kampanye Simpatik Ngabuburit Spectaxcular 2026 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jumat (13/2/2026).

Dalam sambutannya, Bimo menyinggung berbagai konflik dan ketegangan geopolitik dunia yang masih berlangsung, mulai dari perang Rusia–Ukraina hingga konflik di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak pada ketidakstabilan ekonomi global, rantai pasok, serta fluktuasi harga komoditas.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang relatif kuat. Sekitar 90 persen pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh domestic demand atau permintaan dalam negeri.

“Ekonomi kita sebagian besar digerakkan oleh aktivitas masyarakat di dalam negeri. Itu yang membuat kita lebih tahan terhadap guncangan eksternal,” ujarnya.

Menurut Bimo, kekuatan permintaan domestik tersebut tidak dapat dilepaskan dari peran APBN sebagai instrumen stabilisasi. Di sinilah pajak memainkan peran sentral, karena sekitar 85 persen penerimaan negara bersumber dari sektor perpajakan.

Ia menjelaskan bahwa setiap rupiah pajak yang dibayarkan masyarakat kembali dalam bentuk belanja negara, baik untuk pembangunan infrastruktur, subsidi energi, pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial. Dengan demikian, kepatuhan pajak bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari upaya menjaga daya tahan ekonomi nasional.

“Ketika penerimaan pajak terjaga, ruang fiskal pemerintah tetap kuat. Di situ negara bisa hadir untuk menjaga stabilitas,” tegasnya.

Bimo juga mengaitkan peran generasi muda, khususnya Relawan Pajak Renjani, dalam memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya pajak. Menurutnya, literasi perpajakan yang baik akan mendorong kepatuhan sukarela dan memperkokoh fondasi fiskal jangka panjang.

Ia menilai bahwa kolaborasi antara DJP, akademisi, relawan, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ekosistem fiskal yang sehat. Dalam situasi global yang penuh tekanan, sinergi domestik menjadi kekuatan utama Indonesia.

Lebih jauh, ia menyampaikan keyakinannya bahwa Indonesia akan tetap tangguh selama aktivitas ekonomi domestik terus bergerak dan kepatuhan pajak terjaga. Peran masyarakat dalam melaporkan SPT secara benar dan tepat waktu dinilai sebagai kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas tersebut.

“Negara ini akan terus baik-baik saja selama kita menjaga fondasinya. Dan salah satu fondasi itu adalah pajak,” katanya. (alf)

Revisi Pergub Pajak Air Permukaan Dikebut, Pemprov Riau Targetkan Rampung Maret 2026

IKPI, Jakarta: Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Pendapatan Daerah Provinsi Riau mempercepat penyempurnaan revisi Peraturan Gubernur (Pergub) tentang nilai perolehan pajak air permukaan. Regulasi tersebut ditargetkan tuntas pada Maret 2026 setelah melalui proses harmonisasi dan evaluasi lintas kementerian.

Kepala Bapenda Riau, Ninno Wastikasari, menjelaskan bahwa saat ini draf revisi masih dalam tahap penyempurnaan substansi. Sejumlah penyesuaian dilakukan untuk memastikan perhitungan nilai dasar pajak lebih akurat serta memiliki landasan hukum yang kuat.

“Revisi Pergub masih ada beberapa penyesuaian. Kami juga sudah melakukan rapat bersama Pak Sekda untuk mematangkan pembahasannya,” ujar Ninno, Sabtu (14/2/2026).

Ia menambahkan, pekan depan draf revisi ditargetkan sudah diajukan ke Biro Hukum untuk proses harmonisasi. Setelah itu, regulasi akan memasuki tahap review di Kementerian Dalam Negeri sebelum resmi ditetapkan sebagai aturan yang berlaku.

“Kami usahakan segera masuk harmonisasi. Mudah-mudahan bulan depan sudah selesai karena masih ada evaluasi dari Kemendagri,” jelasnya.

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam revisi ini adalah rencana pengenaan pajak air permukaan berdasarkan jumlah pohon kelapa sawit. Ninno menegaskan, skema tersebut masih dalam tahap kajian mendalam agar tidak menimbulkan persoalan hukum maupun perhitungan yang kurang presisi.

“Potensinya sangat besar, sehingga perlu kajian mendalam sebelum diterapkan,” tambahnya.

Sejak 2025, Bapenda Riau juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam pembahasan nilai dasar air. Dalam simulasi yang dilakukan, terdapat tiga opsi nilai yang dipertimbangkan, yakni Rp1.700, Rp1.200, dan Rp1.000.

Berdasarkan realisasi penerimaan pajak air permukaan tahun 2024 yang mencapai Rp52 miliar, simulasi tersebut menunjukkan potensi lonjakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan. Jika nilai ditetapkan Rp1.700, penerimaan diproyeksikan bisa menembus sekitar Rp160 miliar. Sementara pada nilai Rp1.200 diperkirakan mencapai Rp115 miliar, dan pada nilai Rp1.000 berpotensi sekitar Rp96 miliar.

“Dari simulasi tersebut terlihat peluang optimalisasi PAD sangat besar,” pungkas Ninno.

Dengan revisi Pergub ini, Pemprov Riau berharap tata kelola pajak air permukaan menjadi lebih terukur, transparan, dan mampu mendorong peningkatan kontribusi sektor sumber daya air terhadap kas daerah. Pemerintah daerah juga menekankan bahwa setiap kebijakan akan disusun secara hati-hati agar tetap sejalan dengan ketentuan perundang-undangan serta mempertimbangkan dampak terhadap pelaku usaha. (alf)

id_ID