Pemerintah Kembalikan Dana SAL Rp 110 Triliun ke Himbara

IKPI, Jakarta: Pemerintah memastikan penempatan dana negara di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) tetap berlanjut hingga akhir 2026.

Kementerian Keuangan memutuskan mengembalikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang sebelumnya sempat ditarik pada Juni 2026 sekaligus memperpanjang penempatannya di perbankan.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan dana SAL senilai Rp 110 triliun sempat ditarik pemerintah pada Juni.

Penarikan tersebut membuat posisi dana SAL yang tersimpan di perbankan turun menjadi Rp 181 triliun dari total penempatan awal sebesar Rp 281 triliun.

“Memang kemarin sempat ditarik Rp 110 triliun pada Juni,” kata Juda kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senin (29/6).

Namun, pemerintah memutuskan untuk mengembalikan dana tersebut sehingga total dana pemerintah yang ditempatkan di Himbara kembali menjadi Rp281 triliun. Penempatan dana itu juga diperpanjang hingga Desember 2026.

“Dana pemerintah di perbankan akan dikembalikan lagi. Yang kemarin Rp281 triliun akan dikembalikan dan diperpanjang hingga akhir Desember 2026,” katanya.

Selain mengembalikan dana SAL, pemerintah juga menyiapkan tambahan dana siaga (standby in case) sebesar Rp 100 triliun untuk mendukung likuiditas perbankan. Langkah tersebut diambil agar bank memiliki ruang yang cukup untuk terus menyalurkan pembiayaan kepada dunia usaha.

Menurut Juda, kebutuhan menjaga likuiditas muncul karena permintaan kredit dari sektor riil masih cukup tinggi.

Hingga Mei 2026, pertumbuhan kredit perbankan tercatat mencapai 11,5% dan diharapkan terus meningkat hingga akhir tahun.

“Informasi dari perbankan, permintaan kredit masih cukup tinggi. Karena itu likuiditas perlu dijaga agar bank tetap mampu menyalurkan pertumbuhan kredit. Pada Mei kemarin kredit tumbuh sekitar 11,5%,” katanya.

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah berharap kondisi likuiditas perbankan tetap terjaga sehingga penyaluran kredit dapat terus mendukung aktivitas ekonomi dan menjaga momentum pertumbuhan hingga penghujung 2026. (ds)

en_US