IKPI, Dumai: Edukasi perpajakan dikemas dalam suasana Ramadan melalui kegiatan Ngabuburit Spectacular 2026: Lapor SPT Bersama yang digelar di Sonaview Hotel Dumai, Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Pengda Sumbagteng, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Riau, KPP Pratama Dumai, serta Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI).
Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut diikuti oleh 89 peserta dari masyarakat umum yang ingin mendapatkan asistensi sekaligus konsultasi terkait pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan. Para peserta mendapatkan pendampingan langsung mulai dari proses aktivasi layanan hingga pelaporan SPT Tahunan melalui sistem Coretax.

Ketua Departemen Pengembangan Organisasi IKPI, Lilisen, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen IKPI dalam mendukung peningkatan kepatuhan wajib pajak sekaligus membantu masyarakat memahami sistem pelaporan pajak yang terus berkembang.
Menurut Lilisen, pendekatan melalui kegiatan ngabuburit menjadi cara yang lebih santai namun tetap edukatif untuk menjangkau masyarakat luas. “Melalui kegiatan Ngabuburit Spectacular ini kami ingin menghadirkan suasana yang nyaman bagi masyarakat untuk belajar dan melaporkan SPT. IKPI bersama DJP hadir untuk mendampingi wajib pajak agar proses pelaporan menjadi lebih mudah dan dipahami,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 89 peserta tercatat mengikuti kegiatan ini dan mendapatkan pendampingan langsung dalam proses pelaporan SPT Tahunan.
Dalam kegiatan ini, sejumlah anggota IKPI turut hadir memberikan asistensi kepada peserta, antara lain Narpika Yendra, Pety, Delfinis, Afnan Sandi Hasibuan, dan Tahayudin. Para konsultan pajak tersebut membantu peserta memahami proses aktivasi layanan serta pengisian SPT melalui sistem Coretax.

Sementara itu, Kepala Seksi Kerja Sama dan Humas Kanwil DJP Riau, Mangatur Simanjuntak, menegaskan bahwa kegiatan bimbingan teknis seperti ini merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Pajak untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Mangatur, transformasi digital melalui aplikasi Coretax diharapkan dapat membuat proses pelaporan pajak menjadi lebih modern, aman, dan efisien. “Kami ingin memastikan wajib pajak dapat memahami penggunaan sistem pelaporan yang baru, sehingga proses penyampaian SPT Tahunan dapat berjalan lebih cepat, mudah, dan akurat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa edukasi dan pendampingan secara langsung sangat penting agar masyarakat tidak hanya memahami penggunaan aplikasi, tetapi juga menyadari pentingnya pelaporan SPT Tahunan sebagai bagian dari kontribusi terhadap pembangunan negara.
Tidak hanya berfokus pada edukasi perpajakan, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial di bulan Ramadan. Setelah sesi asistensi perpajakan selesai, panitia bersama peserta melanjutkan kegiatan dengan berbagi takjil kepada masyarakat.
Sebanyak 200 paket takjil dibagikan kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus memperkuat kolaborasi antara otoritas pajak, organisasi profesi, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran serta kepatuhan perpajakan. (bl)
