Luhut Sebut Pembenahan Coretax Bisa Dongkrak Rasio Pajak hingga 14%

IKPI, Jakarta: Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai pemanfaatan digitalisasi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) serta Coretax dapat menjadi kunci untuk meningkatkan rasio pajak Indonesia secara signifikan.

Menurut Luhut, integrasi sistem digital pemerintah akan memperkuat pengawasan dan memperluas basis wajib pajak, khususnya dari sektor usaha kecil dan menengah yang selama ini belum sepenuhnya tercatat dalam sistem perpajakan nasional.

“Jika sistem Coretax diperbaiki, saya percaya jumlah wajib pajak dari sektor usaha kecil dan menengah akan meningkat sangat besar. Dan saya pikir rasio pajak bisa meningkat dari kurang dari 9% menjadi 13% hingga 14% seiring waktu,” ujar Luhut di Jakarta, Senin (25/5).

Ia menjelaskan pemerintah saat ini tengah mempercepat pembangunan ekosistem digital berbasis AI untuk meningkatkan efisiensi birokrasi sekaligus mengurangi praktik korupsi.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni meminimalkan pertemuan langsung dalam pelayanan publik dan pengadaan barang maupun jasa pemerintah.

Luhut mencontohkan penerapan e-katalog dalam pengadaan pemerintah yang kini sudah digunakan secara luas. Menurutnya, sistem tersebut mampu meningkatkan transparansi dan mengurangi peluang penyalahgunaan kewenangan.

Selain itu, pemerintah juga tengah mengembangkan teknologi pengawasan ekspor mineral kritis berbasis AI yang terintegrasi dengan sistem nasional, termasuk National Single Window dan Simbara.

Ia menilai digitalisasi tidak hanya berdampak terhadap efisiensi layanan publik, tetapi juga berpotensi memperbesar penerimaan negara melalui peningkatan kepatuhan perpajakan.

“Jika jumlah wajib pajak meningkat, maka mungkin kita bisa mempertimbangkan penurunan pajak untuk UMKM dan sektor lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, Luhut menegaskan deregulasi dan digitalisasi menjadi syarat penting bagi Indonesia untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Ia menyebut tanpa reformasi birokrasi dan pemanfaatan teknologi, pertumbuhan ekonomi 8% hingga 9% akan sulit dicapai. (ds)

en_US