IKPI, Kabupaten Tangerang: Content Creator sekaligus Edukator Kripto Sulianto Indria Putramengingatkan masyarakat agar membangun fondasi keuangan yang sehat sebelum berinvestasi di aset kripto. Menurutnya, melunasi utang dan memperkuat cash flow harus menjadi prioritas sebelum mengalokasikan dana ke instrumen investasi yang berisiko tinggi.
Pesan tersebut disampaikan Sulianto saat menjadi narasumber dalam Seminar Nasional Program Magister Hukum Universitas Pelita Harapan (UPH) bertema “Penerapan Sistem Pajak terhadap Era Keuangan Digital” di Kampus UPH Lippo Village, Kabupaten Tangerang, Selasa (14/7/2026).
Dalam paparannya, edukator kripto itu menilai kondisi ekonomi saat ini masih penuh tantangan sehingga masyarakat perlu lebih bijak dalam mengelola keuangan. Ia mengaku banyak pelaku usaha yang merasakan tekanan ekonomi, sehingga pengelolaan keuangan pribadi menjadi semakin penting.
Menurut Sulianto, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah menyelesaikan berbagai kewajiban utang, termasuk menghindari penggunaan fasilitas paylater maupun pinjaman daring sebelum mulai berinvestasi.
“Kalau ada utang, coba dilunasi dulu. Hindari Shopee PayLater, hindari pinjaman online. Sebelum memikirkan untung dari kripto, selesaikan dulu fondasi keuangannya,” ujarnya.
Setelah kondisi keuangan lebih sehat, praktisi aset digital itu menyarankan masyarakat untuk memperbesar sumber pendapatan dan cash flow. Caranya dapat dilakukan dengan mencari pekerjaan tambahan, membangun usaha sampingan, atau mengembangkan keterampilan yang mampu menghasilkan pendapatan baru.
Ia juga mengingatkan para mahasiswa maupun lulusan baru agar tidak terlalu selektif dalam memilih pekerjaan pada masa ekonomi yang menantang. Menurutnya, memiliki pekerjaan yang stabil merupakan langkah penting sebelum mulai membangun portofolio investasi.
“Yang penting sekarang stabil dulu. Setelah itu baru mulai berinvestasi,” katanya.
Lebih lanjut, Sulianto menegaskan dirinya tidak hanya berpandangan pada aset kripto sebagai satu-satunya instrumen investasi. Menurutnya, investor perlu menempatkan dana pada instrumen yang memiliki prospek sesuai dengan kondisi pasar dan kemampuan keuangan masing-masing.
Di akhir pemaparannya, investor muda tersebut mengingatkan bahwa investasi bukanlah jalan pintas untuk memperoleh keuntungan. Sebaliknya, investasi perlu didukung dengan kondisi keuangan yang sehat, pengetahuan yang memadai, serta kemampuan mengelola risiko agar tujuan keuangan dapat tercapai secara berkelanjutan.
“Jangan sekarang sibuk memikirkan bagaimana untung besar dari kripto, tetapi belum tahu bagaimana membangun penghasilan. Perkuat dulu fondasi keuangan, baru mulai berinvestasi,” pungkasnya. (bl)
