Jeklira: AOTCA Tak Hanya Tambah Ilmu, Tapi Juga Buka Peluang Kolaborasi Internasional

IKPI, Jakarta: Anggota Bidang Hubungan Negara-Negara AOTCA Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Jeklira Tampubolon, mengajak anggota IKPI memanfaatkan Asia Oceania Tax Consultants’ Association (AOTCA) Conference sebagai sarana meningkatkan kompetensi sekaligus membangun jejaring profesional di tingkat internasional.

Hal itu disampaikannya dalam podcast IKPI bersama Ketua Departemen Hubungan Internasional IKPI David Tjhai (Thjai Fung Njit) dan Ketua Bidang Hubungan Negara-Negara AOTCA Suhardi Sumbadji yang membahas persiapan AOTCA Conference 2026 di Hong Kong.

Menurut Jeklira, manfaat mengikuti AOTCA tidak hanya diperoleh dari materi seminar yang disampaikan para pakar perpajakan internasional, tetapi juga dari kesempatan bertemu dan berdiskusi langsung dengan konsultan pajak dari berbagai negara.

“Selain mendapatkan ilmu dari seminar, kita juga bisa membangun pertemanan dengan konsultan pajak dari berbagai negara. Dari hubungan itu terbuka peluang untuk saling bertukar informasi hingga menjalin kerja sama profesional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, AOTCA saat ini menghimpun 19 asosiasi konsultan pajak dari 15 negara dengan sekitar 330 ribu anggota. Besarnya komunitas tersebut menjadi peluang bagi anggota IKPI untuk memperluas jaringan internasional yang dapat mendukung pengembangan profesi.

Jeklira mengatakan, relasi yang terbangun dalam forum AOTCA sangat bermanfaat, terutama ketika konsultan pajak Indonesia menangani persoalan perpajakan yang berkaitan dengan transaksi lintas negara. Melalui jaringan tersebut, anggota IKPI memiliki akses lebih luas untuk bertukar pandangan maupun memperoleh informasi dari rekan seprofesi di negara lain.

Berbekal pengalamannya mengikuti AOTCA di Jepang, Hangzhou, dan Kathmandu, Jeklira juga melihat perubahan positif pada anggota IKPI yang rutin mengikuti konferensi tersebut.

“Awalnya mungkin masih merasa canggung ketika bertemu peserta dari berbagai negara. Tetapi setelah beberapa kali ikut, rasa percaya diri meningkat dan hubungan yang terjalin menjadi semakin akrab,” katanya.

Selain forum ilmiah, Jeklira menilai berbagai kegiatan pendamping seperti gala dinner, pertunjukan budaya, hingga wisata bersama turut mempererat hubungan antarpeserta. Menurutnya, suasana yang lebih santai membuat komunikasi antarkonsultan pajak dari berbagai negara menjadi lebih terbuka dan berpotensi melahirkan kolaborasi di masa mendatang.

Ia berharap semakin banyak anggota IKPI mengikuti AOTCA Conference 2026 di Hong Kong agar dapat merasakan langsung manfaat forum internasional tersebut.

“Semakin banyak anggota IKPI yang berpartisipasi, semakin luas pula jejaring internasional yang dimiliki organisasi dan anggotanya. Itu akan menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika perpajakan yang semakin bersifat global,” ujar Jeklira. (bl)

en_US