IKPI Sleman Beri Masukan Kurikulum Prodi Akuntansi UNU Yogyakarta

IKPI, Sleman: Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Sleman, memberikan berbagai masukan strategis terkait pengembangan kurikulum yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia usaha, industri, dan perkembangan teknologi di bidang akuntansi kepada Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta. Hal itu diungkapkan Ketua IKPI Sleman, Hersona Bangun, dalam kegiatan review kurikulum Program Studi Akuntansi UNU Yogyakarta, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Prodi Akuntansi UNU Yogyakarta untuk menyusun kurikulum yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan masa depan. Kurikulum dirancang selaras dengan visi program studi untuk menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, berdaya saing global, serta berbasis teknologi dan inovasi.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Sleman)

Dalam pemaparannya, Hersona Bangun menekankan pentingnya transformasi pendidikan akuntansi melalui pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang mengintegrasikan kompetensi akademik, teknologi digital, dan pengalaman industri. Menurutnya, perkembangan digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), sistem ERP, big data, sustainability reporting, hingga implementasi Coretax telah mengubah kebutuhan kompetensi lulusan akuntansi secara signifikan.

Salah satu rekomendasi utama yang disampaikan adalah penguatan kurikulum berbasis industri melalui program magang yang terstruktur. Mahasiswa tidak hanya dibekali teori di kelas, tetapi juga diberikan pengalaman praktik langsung melalui magang di kantor konsultan pajak, kantor jasa akuntansi, kantor akuntan publik, perusahaan manufaktur, perbankan, startup, maupun instansi pemerintah.

(Foto: DOK. IKPI Cabang Sleman)

Selain itu, IKPI Cabang Sleman juga mendorong penguatan mata kuliah berbasis teknologi dan perpajakan digital, khususnya terkait implementasi Coretax Administration System yang saat ini menjadi bagian penting dalam transformasi administrasi perpajakan nasional. Beberapa alternatif mata kuliah yang diusulkan antara lain Coretax Administration System, Administrasi Perpajakan Digital, Transformasi Digital Perpajakan, Praktik Coretax dan Kepatuhan Pajak, serta Sistem Administrasi Pajak Terintegrasi.

Dalam rancangan kurikulum yang dibahas, mahasiswa diharapkan memperoleh kompetensi yang mencakup penguasaan akuntansi keuangan, perpajakan, audit, akuntansi manajemen, sektor publik, teknologi akuntansi, analisis data, hingga kemampuan menjadi penasihat bisnis strategis (strategic business advisor).

(Foto: DOK. IKPI Cabang Sleman)

Kurikulum juga diarahkan untuk memperkuat kompetensi digital melalui pembelajaran Sistem Informasi Akuntansi, ERP dan SAP, Data Analytics, Power BI, Cloud Accounting, Artificial Intelligence for Accounting, serta ESG Reporting. Di samping itu, mahasiswa didorong mengikuti berbagai sertifikasi profesi seperti Brevet Pajak, sertifikasi BNSP, SAP, dan Excel Expert guna meningkatkan daya saing lulusan.

Melalui kegiatan review kurikulum ini, IKPI Cabang Sleman berharap Prodi Akuntansi UNU Yogyakarta dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami konsep akuntansi secara teoritis, tetapi juga memiliki kemampuan praktis, menguasai teknologi digital, memahami perpajakan modern, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berkembang.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan praktisi profesional seperti IKPI menjadi langkah penting dalam menciptakan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan akuntansi mampu berkontribusi secara optimal dalam mendukung transformasi ekonomi dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (bl)

en_US