Prabowo Yakin Indonesia Tahan Gejolak Global Meski Rupiah Melemah

IKPI, Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menilai gejolak nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global belum mengganggu kondisi fundamental ekonomi Indonesia.

Menurutnya, ketahanan pangan dan energi nasional menjadi penopang utama yang membuat Indonesia tetap berada dalam posisi relatif aman dibanding banyak negara lain.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Ia menanggapi berbagai prediksi mengenai ancaman perlambatan ekonomi hingga potensi krisis global yang disebut dapat berdampak pada Indonesia.

Prabowo mengatakan sebagian pihak terlalu khawatir terhadap pelemahan rupiah dan pergerakan dolar Amerika Serikat. Namun, menurut dia, kondisi masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah pedesaan, masih cukup tangguh menghadapi tekanan ekonomi global.

“Sekarang ada yang selalu bilang Indonesia akan collapse, akan chaos, rupiah begini, dollar begini. Orang rakyat di desa enggak pakai dollar kok,” kata Prabowo, dikutip Minggu (17/5).

Ia menegaskan Indonesia memiliki keunggulan karena mampu menjaga ketersediaan pangan dan energi di tengah situasi dunia yang tidak menentu.

Menurutnya, banyak negara saat ini justru menghadapi kepanikan akibat ancaman krisis pasokan pangan dan energi.

Prabowo juga menyoroti dampak konflik di Timur Tengah yang dinilai dapat mengganggu rantai pasok global, terutama apabila terjadi penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi energi dunia.

Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi memicu kenaikan harga pupuk global karena produksi pupuk sangat bergantung pada minyak dan gas.

Meski demikian, Prabowo menyebut posisi Indonesia justru mulai diperhitungkan sejumlah negara dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan pupuk. Ia mengaku menerima laporan bahwa beberapa negara telah meminta bantuan pasokan pupuk dari Indonesia.

“Saya dapat laporan dari Menteri Pertanian banyak negara minta pupuk dari Indonesia. Australia minta tolong kita, Filipina minta, India minta, Bangladesh, Brasil,” katanya.

Selain pupuk, sejumlah negara juga disebut mulai melirik Indonesia sebagai pemasok beras.

Prabowo menilai kondisi itu menjadi sinyal penting bahwa program swasembada pangan nasional harus terus dipercepat agar Indonesia mampu memperkuat perannya dalam rantai pasok pangan global. (ds)

en_US