IKPI, Kota Malang: Upaya memperkuat kualitas pendidikan perpajakan terus dilakukan oleh Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Cabang Kota Malang. Salah satunya melalui kunjungan resmi ke Institut Asia Malang dan bertemu dengan Ketua Jurisan Akuntansi pada 3 Februari 2026. Pertemuan ini membahas pengembangan kurikulum untuk konsentrasi perpajakan dan program brevet.
Kunjungan di kampus Institut Asia Malang ini menjadi forum strategis untuk menyelaraskan kebutuhan dunia akademik dengan praktik profesional di bidang perpajakan. Pertemuan tersebut juga menandai komitmen bersama dalam meningkatkan kompetensi lulusan agar lebih siap menghadapi dinamika regulasi dan kebutuhan industri.
Ketua IKPI Cabang Kota Malang, Ahmad Dahlan, menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi profesi dan perguruan tinggi. Menurutnya, kurikulum perpajakan tidak bisa berjalan statis di tengah perubahan aturan yang cepat.
“Kami ingin memastikan bahwa materi yang diajarkan di kampus benar-benar relevan dengan praktik di lapangan, termasuk perkembangan regulasi terbaru dan kebutuhan dunia kerja,” ujar Dahlan, Jumat (24/4/2026).
Dari IKPI Cabang Kota Malang, turut hadir Sekretaris Wendi Nurdyanto, Bidang Pendidikan dan Pengembangan PPL Jeni Susyanti, serta Bidang Humas, Kerjasama, dan Kemitraan Roro Bella Ayu WPP. Sementara itu, dari pihak kampus dihadiri oleh jajaran pimpinan, mulai dari Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, hingga unsur fakultas dan program studi.
Pembahasan utama mencakup penyempurnaan kurikulum untuk konsentrasi perpajakan agar selaras dengan standar kompetensi konsultan pajak, serta penguatan program brevet sebagai jembatan antara teori dan praktik. IKPI juga memberikan masukan terkait materi pembelajaran berbasis kasus nyata yang sering dihadapi praktisi.
Dahlan menambahkan, lulusan perpajakan saat ini dituntut tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menganalisis dan menyelesaikan persoalan pajak secara aplikatif. Karena itu, pendekatan kurikulum harus lebih adaptif dan berbasis kebutuhan industri.
Selain itu, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama berkelanjutan, termasuk pelatihan, seminar, hingga keterlibatan praktisi sebagai pengajar tamu. Langkah ini diharapkan dapat memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat link and match antara kampus dan dunia profesi.
Melalui sinergi ini, IKPI Kota Malang berharap dapat berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia perpajakan yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di era transformasi sistem perpajakan nasional. (bl)