Wakil Ketua IKPI Cabang Medan, Pony, menyampaikan kesan mendalam atas wafatnya Drs. Barry Kusuma, sosok yang dinilai memiliki peran besar dalam perjalanan dan perkembangan IKPI di Sumatera Utara.
Pony mengaku telah mengenal Barry Kusuma sejak awal menjadi anggota dan pengurus IKPI, hampir selama empat periode kepengurusan. Dalam perjalanannya bersama organisasi, ia melihat langsung bagaimana Barry Kusuma membangun hubungan yang hangat dengan seluruh anggota.
“Kesan pertama saya, beliau orangnya sangat luwes, low profile, dan tidak pernah membeda-bedakan status. Semua anggota diperlakukan sama,” ujar Pony.
Menurutnya, Barry Kusuma selalu melayani setiap pertanyaan dari anggota dengan sabar dan terbuka. Sikapnya yang komunikatif dan mudah didekati membuat banyak anggota merasa nyaman untuk berdiskusi, baik terkait organisasi maupun persoalan profesi.
“Sikap beliau sangat terbuka kepada siapa pun. Penuh dedikasi dan memberikan kontribusi yang sangat besar untuk IKPI, baik secara materi, dukungan moral, maupun pengarahan kepada seluruh anggota,” lanjutnya.
Bagi Pony, kebersamaan dengan Barry Kusuma bukan hanya dalam forum formal organisasi. Ia pernah mengikuti tour rohani agama Buddha bersama Barry Kusuma dan keluarga. Pengalaman tersebut menjadi kenangan yang sangat berkesan.
“Ada beliau, suasana selalu menyenangkan. Selalu ada lelucon yang membuat perjalanan semakin asyik. Bahkan di tengah suasana santai pun kami tetap bisa berdiskusi soal pajak,” kenangnya dengan senyum haru.
Pony menilai bahwa Barry Kusuma adalah sosok yang sangat berarti bagi IKPI. Ia bahkan menyebutnya sebagai salah satu pelopor berkembangnya IKPI di Sumatera Utara.
“Beliau bukan hanya pemimpin, tetapi figur yang membesarkan organisasi ini dengan hati. Kontribusinya akan selalu dikenang,” tutup Pony.
Kepergian Drs. Barry Kusuma meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar IKPI Cabang Medan, namun semangat, dedikasi, dan keteladanan yang telah ditanamkan akan terus menjadi bagian dari perjalanan organisasi ke depan. (bl)
