In Memoriam: Rosmina Kenang Sosok Periang dan Penuh Kepedulian Drs. Barry Kusuma

Koordinator Bidang Sekretariat IKPI Cabang Medan, Rosmina, menyampaikan kesan mendalam atas berpulangnya Drs. Barry Kusuma. Bagi Rosmina, sosok yang dikenalnya selama berorganisasi bukan hanya seorang pemimpin, tetapi pribadi yang penuh keceriaan dan perhatian.

“Beliau adalah pribadi yang periang, suka bercanda dan melawak. Setiap kali bertemu, suasana selalu terasa ringan dan penuh tawa,” ujar Rosmina.

Di balik pembawaannya yang humoris, Barry Kusuma dikenal sangat peduli terhadap setiap anggota organisasi yang dipimpinnya, bahkan hingga pada hal-hal kecil. Perhatian itu tidak dibuat-buat, melainkan lahir dari ketulusan dan rasa tanggung jawab sebagai pemimpin.

Rosmina pun membagikan satu kenangan pribadi yang tak pernah ia lupakan. Suatu ketika, ia bersama Ibu Lidya membeli beberapa unit rumah dari seseorang. Namun hingga waktu yang cukup lama, pihak penjual tidak bersedia menyerahkan sertifikat rumah tersebut, bahkan tidak mengembalikan uang yang telah dibayarkan.

Dalam kebingungan, mereka menemui Barry Kusuma untuk menceritakan permasalahan tersebut dan memohon petunjuk. Tidak lama berselang, masalah itu akhirnya terselesaikan. Pihak yang bersangkutan bersedia menyelesaikan kewajibannya dan mengembalikan uang mereka.

Belakangan, Rosmina mengetahui bahwa Barry Kusuma secara diam-diam telah menemui orang tersebut. Ternyata, orang itu merupakan satu vihara dengan beliau—sesuatu yang sebelumnya tidak mereka ketahui.

Setelah persoalan selesai cukup lama, barulah Barry Kusuma menceritakan apa yang sebenarnya ia sampaikan. Ia hanya berkata kepada orang tersebut, “Budi (nama samaran), kalau kamu beli rumah dari seseorang dan sudah lunas, tetapi sertifikat belum kamu terima dan uang pun tidak dikembalikan, bagaimana perasaan kamu?”

Kalimat sederhana itu ternyata sangat jitu. Orang tersebut berpikir keras, merenungkan pertanyaannya, hingga akhirnya memilih menyelesaikan persoalan secara damai.

Bagi Rosmina, peristiwa itu menjadi bukti nyata kebijaksanaan dan cara beliau menyelesaikan masalah tanpa tekanan, tanpa mempermalukan, hanya dengan pendekatan hati dan nurani.

“Terima kasih banyak, jasa-jasamu tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup,” ungkap Rosmina dengan haru. “Selamat jalan… I love you so much.”

Kepergian Drs. Barry Kusuma meninggalkan kenangan yang tidak hanya tercatat dalam perjalanan organisasi, tetapi juga dalam kehidupan pribadi banyak orang yang pernah merasakan kepedulian dan kebijaksanaannya. (bl)

en_US