Akan di Gelar Secara Hybrid, Edukasi SPT 2026  IKPI Gandeng Pusdiklat Perpajakan untuk Perluas Jangkauan Nasional

IKPI, Bali: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, menegaskan bahwa program edukasi pengisian SPT Tahunan Orang Pribadi dan Badan tahun 2026 akan diperkuat melalui skema Training of Trainers (TOT) yang melibatkan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Perpajakan.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada Rakorda IKPI Pengda Bali Nusra, Kamis (12/2/2026). Menurut Vaudy, edukasi SPT telah menjadi agenda rutin tahunan IKPI, namun tahun ini pendekatannya akan diperluas secara hybrid untuk menjangkau lebih banyak peserta.

“Kita ingin bukan hanya tatap muka, tetapi juga online. Supaya jangkauannya lebih luas dan bisa diikuti lintas wilayah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengurus pusat telah berkoordinasi dengan Kepala Pusdiklat untuk menyiapkan TOT bagi instruktur IKPI. Skema ini diharapkan menciptakan standar materi yang seragam sekaligus meningkatkan kualitas penyampaian di seluruh daerah.

Vaudy juga membuka akses penggunaan fasilitas Zoom milik pengurus pusat dengan kapasitas hingga ribuan peserta. Langkah ini dimaksudkan agar pengurus daerah dan cabang tidak terbebani biaya teknis penyelenggaraan webinar.

Menurutnya, pengalaman kegiatan Outlook Perpajakan pada awal tahun yang diikuti sekitar 4.000 peserta mayoritas non-anggota menjadi bukti bahwa animo publik terhadap edukasi IKPI sangat tinggi. Bahkan dalam rangkaian asistensi pengisian SPT, jumlah peserta mencapai 2.000 hingga 3.000 orang per kegiatan.

“Artinya masyarakat sudah mulai menerima IKPI sebagai rujukan edukasi perpajakan. Ini harus kita jaga dan tingkatkan,” katanya.

Ia pun mengajak pengurus daerah dan cabang di Bali Nusra aktif memanfaatkan fasilitas tersebut agar program edukasi SPT semakin merata dan berdampak nasional.

Berita 5

Libatkan Keluarga dan Enam Agama, IKPI Perkuat Soliditas Organisasi di HUT ke-61

IKPI, Bali: Selain program Pengembangan Profesional Berlelanjutan (PPL), seni, olahraga dan sosial, Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) Vaudy Starworld juga menekankan pentingnya penguatan nilai kebersamaan dan spiritualitas organisasi dalam rangkaian HUT ke-61 IKPI.

Dalam Rakorda IKPI Pengda Bali Nusra, Kamis (12/2/2026), ia menyampaikan bahwa tahun ini kegiatan keagamaan akan dioptimalkan dengan melibatkan enam agama besar di Indonesia secara proporsional.

“Kita ingin hari besar keagamaan bisa dirayakan bersama. Ini bagian dari kebersamaan dan penghormatan terhadap keberagaman,” ujarnya.

Ia secara khusus menyinggung rencana pelaksanaan Dharma Santi di Bali serta mengajak pengurus daerah membentuk kepanitiaan yang solid. Pengurus pusat, kata dia, siap memberikan dukungan langsung.

Tak hanya itu, konsep kegiatan juga diarahkan lebih inklusif dengan melibatkan keluarga anggota. Dalam beberapa kegiatan sebelumnya, seperti perayaan Natal dan fun run, anggota diperbolehkan mengajak pasangan dan anak.

“Kita ingin keluarga mengenal IKPI. Supaya organisasi ini bukan hanya tempat profesional bernaung, tapi juga ruang kebersamaan,” katanya.

Menurut Vaudy, pendekatan ini penting untuk membangun rasa memiliki yang lebih kuat terhadap organisasi. Keterlibatan keluarga diyakini mampu menciptakan suasana guyub dan mempererat relasi antarangota.

Ia menilai, soliditas internal akan menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan profesi ke depan. Karena itu, kegiatan olahraga seperti half marathon dan fun run dalam rangka HUT ke-61 juga didesain terbuka bagi keluarga dan masyarakat umum.

“Kalau kita solid di dalam, kita akan kuat ke luar,” tegasnya.

Dengan kombinasi kegiatan profesional, sosial, olahraga, dan keagamaan, IKPI berharap perayaan HUT ke-61 tidak sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat identitas organisasi secara menyeluruh. (bl)

en_US