In Memoriam: Assoc Prof. Edy Gunawan Kenang Drs. Barry Kusuma Sebagai Teladan yang Akan Terus Menuntun Langkah IKPI

Dalam perjalanan organisasi, ada saat ketika yang hilang bukan sekadar seorang rekan, melainkan juga seorang panutan yang nilai dan keteladanannya begitu membekas. Dengan duka mendalam, keluarga besar Ikatan Konsultan Pajak Indonesia menerima kabar berpulangnya Drs. Barry Kusuma pada Senin, 16 Februari 2026 pukul 00.42 WIB di RS Siloam Medan.

Kepergian ini menghadirkan kesedihan yang nyata, namun juga rasa syukur karena pernah mengenal sosok yang hidupnya dipenuhi dedikasi bagi profesi, organisasi, dan sesama. Di lingkungan Pengurus Pusat, beliau dikenal bukan hanya sebagai senior dalam dunia konsultan pajak, tetapi juga figur yang menghadirkan ketenangan dan kebijaksanaan. Sikap rendah hati serta komitmen yang tidak pernah surut terhadap integritas menjadi teladan yang terus dikenang.

Sejak menapaki dunia perpajakan, akuntansi, dan keuangan pada tahun 1990, perjalanan profesionalnya menunjukkan bahwa profesionalisme sejati dibangun melalui kerja keras, ketekunan, dan kemauan untuk terus berkembang. Dengan izin praktik Brevet C sejak 2004 serta kiprah sebagai Kuasa Hukum pada Pengadilan Pajak, ia membuktikan bahwa kompetensi harus selalu berjalan seiring dengan etika dan tanggung jawab moral.

Dalam perannya sebagai Ketua IKPI Pengda Sumbagut, kepemimpinan dijalankan bukan sekadar sebagai amanah struktural, melainkan sebagai ruang membangun kebersamaan yang hangat dan penuh semangat belajar. Bahkan hingga akhir perjalanan hidup, semangat menuntut ilmu tetap menyala melalui studi di bidang hukum. Keteladanan tersebut mengajarkan bahwa proses belajar tidak pernah mengenal usia maupun capaian.

Sebagai Sekretaris Umum IKPI periode 2024–2029, saya merasakan bahwa perkenalan dengannya bukan sekadar relasi profesional, melainkan perjalanan pembelajaran yang membentuk cara pandang dalam memaknai profesi. Dari pertemuan pertama hingga berbagai interaksi organisasi, selalu terlihat bahwa kebesaran seseorang tidak lahir dari jabatan, melainkan dari kerendahan hati untuk berbagi serta keikhlasan untuk membimbing.

Sebagai bentuk penghormatan atas keyakinan beliau sebagai umat Buddha, kita diingatkan pada ajaran Dhammapada: “Semua yang terbentuk akan berlalu; berjuanglah dengan sungguh-sungguh.” Ungkapan ini terasa menggambarkan perjalanan hidup yang penuh kesungguhan, kebajikan, dan pengabdian yang memberi makna bagi banyak orang.

Sebagai seorang Katolik, saya juga memaknai perjalanan tersebut melalui terang iman sebagaimana tertulis dalam Injil: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” (Yohanes 11:25) dan “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” (Matius 5:7). Ayat-ayat ini mengingatkan bahwa kasih, pelayanan, dan kebaikan yang ditaburkan sepanjang hidup akan tetap hidup dalam hati banyak orang. Nilai-nilai itulah yang terlihat nyata dalam pribadi yang kini kita kenang.

Atas nama Pengurus Pusat dan seluruh anggota IKPI, kami menyampaikan doa dan penghormatan setinggi-tingginya, seraya memohon agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam masa dukacita ini.

Pada akhirnya, setiap perjumpaan pasti memiliki perpisahan, namun tidak semua perpisahan meninggalkan jejak yang begitu dalam. Kepergian ini menjadi kehilangan besar karena yang pergi bukan hanya seorang senior, melainkan pembimbing, sahabat, dan teladan dalam perjalanan profesi.

Dalam keheningan duka, disadari bahwa ruang yang ditinggalkan tidak akan mudah terisi. Namun nilai-nilai yang diwariskan akan terus hidup dan menjadi bagian dari langkah organisasi ke depan.

Selamat jalan. Terima kasih atas setiap nasihat, keteladanan, dan dedikasi yang telah diberikan. Semoga perjalanan menuju keabadian dipenuhi kedamaian, dan keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan serta penghiburan. Kenangan ini tidak berhenti pada kata-kata, melainkan diteruskan melalui semangat untuk menjaga integritas dan membawa Ikatan Konsultan Pajak Indonesia terus maju, semakin kuat, dan semakin jaya.

Dan saat waktu berjalan nanti, mungkin duka ini akan perlahan mereda, tetapi rasa hormat dan kehilangan ini akan tetap tinggal sebagai pengingat bahwa kami pernah berjalan bersama seorang pribadi besar yang kini telah mendahului kami. (bl)

en_US