Vaudy Starworld Buka PPL IKPI Surakarta, Apresiasi 187 Peserta dan Tegaskan Komitmen Edukasi Pajak

IKPI, Surakarta: Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, secara resmi membuka pelaksanaan Pengembangan Profesional Berkelanjutan (PPL) seminar perpajakan IKPI Cabang Surakarta, Sabtu (14/2/2026). Dalam sambutannya, Vaudy menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai tidak hanya memperkuat kompetensi anggota, tetapi juga memperluas edukasi perpajakan kepada masyarakat umum.

Seperti biasa, Vaudy mengawali setiap sambutannya dengan pantun untuk membangun suasana hangat dan penuh semangat. “Pagi hari menepi sepi, senyum alami menambah asri. Selamat datang dalam seminar IKPI, belajar pajak lagi, lagi, dan lagi,” ucapnya yang disambut antusias peserta.

Dalam arahannya, Vaudy menyoroti perkembangan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022, khususnya yang mengatur ketentuan bagi pelaku UMKM. Ia menyampaikan bahwa hingga saat ini Wajib Pajak masih menunggu terbitnya perubahan regulasi yang sebelumnya telah disampaikan oleh Menteri Koordinator Perekonomian sejak akhir 2024 dan kembali ditegaskan pada akhir 2025.

Menurutnya, ketidakpastian tersebut membuat pelaku UMKM dengan peredaran bruto tidak melebihi Rp4,8 miliar berada dalam posisi menunggu tanpa kepastian. IKPI bahkan telah menyurati Menteri Koordinator Perekonomian agar segera memberikan kejelasan atas rencana perubahan tersebut.

“Lebih baik tidak diumumkan jika memang belum siap diterbitkan. Jangan sampai Wajib Pajak, khususnya UMKM, terus berharap dan menunggu tanpa kepastian,” tegas Vaudy.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas jumlah peserta yang mencapai 187 orang, terdiri dari 73 peserta umum dan 114 anggota IKPI yang berasal dari berbagai daerah seperti Tegal, Semarang, Banyumas, Daerah Istimewa Yogyakarta, Pekanbaru, Tangerang, hingga Sidoarjo. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan tingginya komitmen anggota dan masyarakat terhadap peningkatan literasi perpajakan.

Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Pengurus Cabang Surakarta dan panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan kegiatan ini. Vaudy menilai konsistensi cabang dalam menghadirkan PPL menjadi bukti nyata peran IKPI dalam menjaga standar kompetensi profesi.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa edukasi perpajakan untuk masyarakat umum, khususnya pengisian SPT Tahunan Orang Pribadi dan Badan, akan menjadi agenda rutin di tahun 2026. Pelaksanaannya dapat dilakukan secara penuh daring, luring, maupun hibrid, dengan diawali Training of Trainers (TOT) bekerja sama dengan Pusdiklat Pajak.

IKPI juga memperluas kegiatan pendampingan UMKM melalui webinar gratis setiap Kamis, membuka Gedung IKPI di Fatmawati sebagai pusat konsultasi dengan sistem piket dan perjanjian, serta mendorong anggota menjadikan kantor masing-masing sebagai tempat konsultasi UMKM dengan pengaturan durasi layanan. Program ini akan diperkuat melalui TOT dan pelaksanaan hibrid bekerja sama dengan Pusdiklat Pajak.

Vaudy juga mengingatkan kembali yel-yel organisasi: “IKPI untuk Nusa Bangsa”, sebagai penegasan bahwa IKPI hadir bukan untuk dirinya sendiri, tetapi untuk kemajuan perpajakan Indonesia. “IKPI Pasti Bisa” mencerminkan keyakinan bahwa organisasi mampu melewati berbagai tantangan, terbukti dengan usia IKPI yang telah mencapai 60 tahun pada 27 Agustus 2025 dan kini menuju 61 tahun. “IKPI Jaya Jaya Jaya” menjadi doa dan harapan agar organisasi terus berkembang.

“Sore hari duduk di tepi kali, diiringi semilir angin nan sunyi. Mari bapak ibu membangun negeri, pajak untuk anak negeri,” tutup Vaudy.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Umum IKPI Nuryadin Rahman; Anggota Departemen PPKF IKPI Edy Wahyudi; Ketua Pengda Jawa Tengah Slamet Umbaran; Pengurus Cabang Surakarta Suparman dan jajaran; Pengurus Cabang Purwokerto–Banyumas Edy Siswanto; Pengurus Cabang Yogyakarta Matheas Prihargo Wahyandono dan jajaran; Pengurus Cabang Surakarta Periode 2019–2024 Tjahjo Budi Santoso; Prof. Erief Eko Sudaryanto. (bl)

en_US