Dirjen Pajak Buka Peluang Magang bagi Relawan Renjani

(Foto: Departemen Humas PP-IKPI/Bayu Legianto)

IKPI, Jakarta: Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto, membuka peluang magang bagi Relawan Pajak Renjani. Hal tersebut disampaikan langsung di hadapan 500 relawan pajak dan perwakilan Tax Center dari berbagai perguruan tinggi, dalam rangkaian Kick Off Kampanye Simpatik Ngabuburit Spectaxcular 2026 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jumat (13/2/2026).

Dalam sambutannya, Bimo mendorong mahasiswa untuk tidak hanya berhenti pada kegiatan asistensi pelaporan SPT, tetapi berani masuk lebih dalam ke ekosistem kebijakan dan administrasi perpajakan. Ia mempersilakan mahasiswa menyusun study plan untuk magang, baik di kantor pusat, kantor wilayah, maupun kantor pelayanan pajak.

“Silakan manfaatkan kesempatan ini. Mau belajar perumusan kebijakan di kantor pusat atau praktik administrasi di lapangan, kami terbuka,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman empiris di lingkungan DJP akan memberikan nilai tambah signifikan bagi mahasiswa. Ia menilai dunia kerja saat ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga pemahaman praktik, kemampuan analisis kebijakan, serta pengalaman menghadapi persoalan riil di lapangan.

Bimo juga mengaitkan peluang magang tersebut dengan kebijakan Merdeka Belajar yang memungkinkan konversi kegiatan magang menjadi satuan kredit semester (SKS). Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa dapat menyusun laporan berbasis praktik sebagai pengganti karya tulis ilmiah yang murni teoretis.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sektor perpajakan memiliki spektrum karier yang luas. Selain menjadi pegawai pajak, mahasiswa juga dapat berkarier sebagai konsultan pajak, analis kebijakan fiskal, atau profesional perpajakan di perusahaan nasional maupun multinasional yang membutuhkan divisi pajak yang kuat.

Ia menegaskan bahwa kontribusi pajak yang mencapai sekitar 85 persen dari penerimaan APBN menjadikan sektor ini sangat strategis dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Karena itu, keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk memperkuat fondasi fiskal negara.

Selain membuka peluang magang, DJP juga tengah mengkaji optimalisasi peran Relawan Pajak Renjani agar lebih berdampak dan strategis. Tidak hanya sebatas asistensi dasar pelaporan SPT, tetapi juga dalam program edukasi dan penguatan literasi perpajakan di masyarakat.

Bimo berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh mahasiswa. “Kesempatan sudah dibuka. Tinggal bagaimana adik-adik memanfaatkannya dengan serius dan kreatif,” tutupnya.(bl)

en_US