Wakil Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Nuryadin Rahman, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Alm. Hary Mulyanto. Menurut Nuryadin, kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi IKPI, mengingat perannya yang signifikan dalam membangun fondasi pembinaan sumber daya manusia dan arah pengembangan organisasi.
Nuryadin menilai, Hary Mulyanto adalah figur yang memiliki visi jauh ke depan. Almarhum memahami bahwa kekuatan organisasi profesi tidak hanya terletak pada jumlah anggota, tetapi pada kualitas dan kesinambungan kader. Karena itu, sejak awal beliau menaruh perhatian besar pada pendidikan dan proses regenerasi konsultan pajak.
“Pak Hary selalu bicara soal keberlanjutan. Bagi beliau, organisasi harus menyiapkan generasi berikutnya dengan serius. Itulah sebabnya beliau sangat konsisten mendorong penguatan sistem pendidikan,” ujar Nuryadin.

Ia juga mengenang momen personal bersama Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld, saat keduanya berkesempatan menengok almarhum di kediamannya sekitar setahun lalu. Dalam pertemuan tersebut, mereka berdiskusi panjang mengenai arah pendidikan di IKPI dan tantangan pengembangan profesi ke depan.
“Kami bersyukur masih sempat bersilaturahmi dengan beliau. Waktu itu Pak Hary banyak menyampaikan pandangan tentang pentingnya menjaga kualitas PPL dan menyiapkan kader muda. Diskusinya sangat dalam dan penuh makna,” kata Nuryadin.
Hal senada disampaikan Ketua Umum IKPI Vaudy Starworld. Vaudy mengaku pertemuan tersebut menjadi kenangan tersendiri, karena almarhum tetap menunjukkan kepedulian besar terhadap organisasi meski dalam kondisi kesehatan yang terbatas.
“Beliau masih memikirkan IKPI. Masih bicara soal pendidikan, soal masa depan profesi. Itu menunjukkan betapa besar cintanya kepada organisasi,” ungkap Vaudy.
Sebagai pimpinan organisasi, Nuryadin melihat langsung bagaimana pemikiran almarhum ikut membentuk kerangka pembinaan IKPI yang lebih terstruktur. Konsep pengembangan kompetensi yang kini menjadi kebijakan organisasi, kata dia, tidak lepas dari kontribusi gagasan Hary Mulyanto pada masa-masa awal.
Nuryadin juga menyoroti karakter kepemimpinan almarhum yang tenang dan penuh keteladanan. Dalam setiap diskusi, Hary Mulyanto selalu mengedepankan substansi dan kepentingan jangka panjang organisasi, bukan pendekatan pragmatis sesaat. Sikap tersebut menjadi referensi penting bagi para pengurus dalam mengambil keputusan strategis.
Menurut Nuryadin, jasa almarhum bagi IKPI tidak dapat diukur hanya dari periode jabatan atau posisi struktural. Warisan terbesarnya justru terletak pada sistem, nilai profesionalisme, dan semangat membangun kader yang terus hidup hingga hari ini.
“Beliau meninggalkan lebih dari sekadar kenangan. Beliau meninggalkan arah,” katanya.
Atas nama pimpinan pusat IKPI, Nuryadin Rahman dan Vaudy Starworld menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum. Keduanya berharap seluruh amal ibadah Hary Mulyanto diterima Allah SWT, serta pengabdian beliau menjadi inspirasi bagi generasi konsultan pajak berikutnya. (bl)
