In Memoriam: Rosmina Kenang Sosok Periang dan Penuh Kepedulian Drs. Barry Kusuma

Koordinator Bidang Sekretariat IKPI Cabang Medan, Rosmina, menyampaikan kesan mendalam atas berpulangnya Drs. Barry Kusuma. Bagi Rosmina, sosok yang dikenalnya selama berorganisasi bukan hanya seorang pemimpin, tetapi pribadi yang penuh keceriaan dan perhatian.

“Beliau adalah pribadi yang periang, suka bercanda dan melawak. Setiap kali bertemu, suasana selalu terasa ringan dan penuh tawa,” ujar Rosmina.

Di balik pembawaannya yang humoris, Barry Kusuma dikenal sangat peduli terhadap setiap anggota organisasi yang dipimpinnya, bahkan hingga pada hal-hal kecil. Perhatian itu tidak dibuat-buat, melainkan lahir dari ketulusan dan rasa tanggung jawab sebagai pemimpin.

Rosmina pun membagikan satu kenangan pribadi yang tak pernah ia lupakan. Suatu ketika, ia bersama Ibu Lidya membeli beberapa unit rumah dari seseorang. Namun hingga waktu yang cukup lama, pihak penjual tidak bersedia menyerahkan sertifikat rumah tersebut, bahkan tidak mengembalikan uang yang telah dibayarkan.

Dalam kebingungan, mereka menemui Barry Kusuma untuk menceritakan permasalahan tersebut dan memohon petunjuk. Tidak lama berselang, masalah itu akhirnya terselesaikan. Pihak yang bersangkutan bersedia menyelesaikan kewajibannya dan mengembalikan uang mereka.

Belakangan, Rosmina mengetahui bahwa Barry Kusuma secara diam-diam telah menemui orang tersebut. Ternyata, orang itu merupakan satu vihara dengan beliau—sesuatu yang sebelumnya tidak mereka ketahui.

Setelah persoalan selesai cukup lama, barulah Barry Kusuma menceritakan apa yang sebenarnya ia sampaikan. Ia hanya berkata kepada orang tersebut, “Budi (nama samaran), kalau kamu beli rumah dari seseorang dan sudah lunas, tetapi sertifikat belum kamu terima dan uang pun tidak dikembalikan, bagaimana perasaan kamu?”

Kalimat sederhana itu ternyata sangat jitu. Orang tersebut berpikir keras, merenungkan pertanyaannya, hingga akhirnya memilih menyelesaikan persoalan secara damai.

Bagi Rosmina, peristiwa itu menjadi bukti nyata kebijaksanaan dan cara beliau menyelesaikan masalah tanpa tekanan, tanpa mempermalukan, hanya dengan pendekatan hati dan nurani.

“Terima kasih banyak, jasa-jasamu tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup,” ungkap Rosmina dengan haru. “Selamat jalan… I love you so much.”

Kepergian Drs. Barry Kusuma meninggalkan kenangan yang tidak hanya tercatat dalam perjalanan organisasi, tetapi juga dalam kehidupan pribadi banyak orang yang pernah merasakan kepedulian dan kebijaksanaannya. (bl)

In Memoriam: Wakil Ketua IKPI Cabang Medan Kenang Dedikasi dan Keteladanan Drs. Barry Kusuma

Wakil Ketua IKPI Cabang Medan, Pony, menyampaikan kesan mendalam atas wafatnya Drs. Barry Kusuma, sosok yang dinilai memiliki peran besar dalam perjalanan dan perkembangan IKPI di Sumatera Utara.

Pony mengaku telah mengenal Barry Kusuma sejak awal menjadi anggota dan pengurus IKPI, hampir selama empat periode kepengurusan. Dalam perjalanannya bersama organisasi, ia melihat langsung bagaimana Barry Kusuma membangun hubungan yang hangat dengan seluruh anggota.

“Kesan pertama saya, beliau orangnya sangat luwes, low profile, dan tidak pernah membeda-bedakan status. Semua anggota diperlakukan sama,” ujar Pony.

Menurutnya, Barry Kusuma selalu melayani setiap pertanyaan dari anggota dengan sabar dan terbuka. Sikapnya yang komunikatif dan mudah didekati membuat banyak anggota merasa nyaman untuk berdiskusi, baik terkait organisasi maupun persoalan profesi.

“Sikap beliau sangat terbuka kepada siapa pun. Penuh dedikasi dan memberikan kontribusi yang sangat besar untuk IKPI, baik secara materi, dukungan moral, maupun pengarahan kepada seluruh anggota,” lanjutnya.

Bagi Pony, kebersamaan dengan Barry Kusuma bukan hanya dalam forum formal organisasi. Ia pernah mengikuti tour rohani agama Buddha bersama Barry Kusuma dan keluarga. Pengalaman tersebut menjadi kenangan yang sangat berkesan.

“Ada beliau, suasana selalu menyenangkan. Selalu ada lelucon yang membuat perjalanan semakin asyik. Bahkan di tengah suasana santai pun kami tetap bisa berdiskusi soal pajak,” kenangnya dengan senyum haru.

Pony menilai bahwa Barry Kusuma adalah sosok yang sangat berarti bagi IKPI. Ia bahkan menyebutnya sebagai salah satu pelopor berkembangnya IKPI di Sumatera Utara.

“Beliau bukan hanya pemimpin, tetapi figur yang membesarkan organisasi ini dengan hati. Kontribusinya akan selalu dikenang,” tutup Pony.

Kepergian Drs. Barry Kusuma meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar IKPI Cabang Medan, namun semangat, dedikasi, dan keteladanan yang telah ditanamkan akan terus menjadi bagian dari perjalanan organisasi ke depan. (bl)

In Memoriam: Assoc Prof. Edy Gunawan Kenang Drs. Barry Kusuma Sebagai Teladan yang Akan Terus Menuntun Langkah IKPI

Dalam perjalanan organisasi, ada saat ketika yang hilang bukan sekadar seorang rekan, melainkan juga seorang panutan yang nilai dan keteladanannya begitu membekas. Dengan duka mendalam, keluarga besar Ikatan Konsultan Pajak Indonesia menerima kabar berpulangnya Drs. Barry Kusuma pada Senin, 16 Februari 2026 pukul 00.42 WIB di RS Siloam Medan.

Kepergian ini menghadirkan kesedihan yang nyata, namun juga rasa syukur karena pernah mengenal sosok yang hidupnya dipenuhi dedikasi bagi profesi, organisasi, dan sesama. Di lingkungan Pengurus Pusat, beliau dikenal bukan hanya sebagai senior dalam dunia konsultan pajak, tetapi juga figur yang menghadirkan ketenangan dan kebijaksanaan. Sikap rendah hati serta komitmen yang tidak pernah surut terhadap integritas menjadi teladan yang terus dikenang.

Sejak menapaki dunia perpajakan, akuntansi, dan keuangan pada tahun 1990, perjalanan profesionalnya menunjukkan bahwa profesionalisme sejati dibangun melalui kerja keras, ketekunan, dan kemauan untuk terus berkembang. Dengan izin praktik Brevet C sejak 2004 serta kiprah sebagai Kuasa Hukum pada Pengadilan Pajak, ia membuktikan bahwa kompetensi harus selalu berjalan seiring dengan etika dan tanggung jawab moral.

Dalam perannya sebagai Ketua IKPI Pengda Sumbagut, kepemimpinan dijalankan bukan sekadar sebagai amanah struktural, melainkan sebagai ruang membangun kebersamaan yang hangat dan penuh semangat belajar. Bahkan hingga akhir perjalanan hidup, semangat menuntut ilmu tetap menyala melalui studi di bidang hukum. Keteladanan tersebut mengajarkan bahwa proses belajar tidak pernah mengenal usia maupun capaian.

Sebagai Sekretaris Umum IKPI periode 2024–2029, saya merasakan bahwa perkenalan dengannya bukan sekadar relasi profesional, melainkan perjalanan pembelajaran yang membentuk cara pandang dalam memaknai profesi. Dari pertemuan pertama hingga berbagai interaksi organisasi, selalu terlihat bahwa kebesaran seseorang tidak lahir dari jabatan, melainkan dari kerendahan hati untuk berbagi serta keikhlasan untuk membimbing.

Sebagai bentuk penghormatan atas keyakinan beliau sebagai umat Buddha, kita diingatkan pada ajaran Dhammapada: “Semua yang terbentuk akan berlalu; berjuanglah dengan sungguh-sungguh.” Ungkapan ini terasa menggambarkan perjalanan hidup yang penuh kesungguhan, kebajikan, dan pengabdian yang memberi makna bagi banyak orang.

Sebagai seorang Katolik, saya juga memaknai perjalanan tersebut melalui terang iman sebagaimana tertulis dalam Injil: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” (Yohanes 11:25) dan “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” (Matius 5:7). Ayat-ayat ini mengingatkan bahwa kasih, pelayanan, dan kebaikan yang ditaburkan sepanjang hidup akan tetap hidup dalam hati banyak orang. Nilai-nilai itulah yang terlihat nyata dalam pribadi yang kini kita kenang.

Atas nama Pengurus Pusat dan seluruh anggota IKPI, kami menyampaikan doa dan penghormatan setinggi-tingginya, seraya memohon agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam masa dukacita ini.

Pada akhirnya, setiap perjumpaan pasti memiliki perpisahan, namun tidak semua perpisahan meninggalkan jejak yang begitu dalam. Kepergian ini menjadi kehilangan besar karena yang pergi bukan hanya seorang senior, melainkan pembimbing, sahabat, dan teladan dalam perjalanan profesi.

Dalam keheningan duka, disadari bahwa ruang yang ditinggalkan tidak akan mudah terisi. Namun nilai-nilai yang diwariskan akan terus hidup dan menjadi bagian dari langkah organisasi ke depan.

Selamat jalan. Terima kasih atas setiap nasihat, keteladanan, dan dedikasi yang telah diberikan. Semoga perjalanan menuju keabadian dipenuhi kedamaian, dan keluarga yang ditinggalkan memperoleh kekuatan serta penghiburan. Kenangan ini tidak berhenti pada kata-kata, melainkan diteruskan melalui semangat untuk menjaga integritas dan membawa Ikatan Konsultan Pajak Indonesia terus maju, semakin kuat, dan semakin jaya.

Dan saat waktu berjalan nanti, mungkin duka ini akan perlahan mereda, tetapi rasa hormat dan kehilangan ini akan tetap tinggal sebagai pengingat bahwa kami pernah berjalan bersama seorang pribadi besar yang kini telah mendahului kami. (bl)

In Memoriam: Ebenezer Simamora Kenang Drs. Barry Kusuma sebagai Senior dan Guru yang Menginspirasi

Ketua IKPI Cabang Medan, Ebenezer Simamora, menyampaikan ungkapan duka dan penghormatan terakhir atas wafatnya Drs. Barry Kusuma, Ketua Pengurus Daerah IKPI Sumbagut yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua IKPI Cabang Medan selama empat periode.

“Selamat jalan seniorku, guru yang baik, Bapak Drs. Barry Kusuma,” ujar Ebenezer dengan penuh haru.

(Foto: Istimewa)

Ebenezer menuturkan, sejak Barry Kusuma mulai sakit pada April 2024 hingga mengembuskan napas terakhir pada 16 Februari 2026 dini hari, ia terus memberikan perhatian, doa, dan semangat untuk kesembuhan. Namun, menurutnya, Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki kuasa atas segala sesuatu.

Selama masa perawatan, baik saat dirawat di rumah sakit, di rumah, maupun ketika menjalani perawatan ke Penang, Ebenezer selalu berusaha hadir menjenguk. Ia bahkan datang dua kali bersama rekan-rekan untuk memberikan dukungan. Dalam kondisi sakit sekalipun, Barry Kusuma tetap menyempatkan diri berbagi cerita, memberikan nasihat, bahkan sesekali bersenda gurau.

(Foto: Istimewa)

“Semasa hidupnya, hampir tiada pertemuan tanpa tawa dan canda. Itulah yang membuat beliau selalu dirindukan,” kenangnya.

Di mata Ebenezer, Barry Kusuma adalah sosok yang baik hati, sangat sosial, penuh perhatian, tegas, dan sangat menjaga hubungan dengan sesama. Dalam menjalankan profesinya sebagai konsultan pajak, ia dikenal sebagai pekerja keras dan pantang menyerah. Kebiasaan rajin membaca dan luasnya pengalaman menjadikannya figur yang tepat disebut sebagai guru.

Dalam perjalanan organisasi IKPI, Barry Kusuma sangat aktif memimpin IKPI Cabang Medan selama empat periode. Hampir seluruh kegiatan IKPI Pusat selalu diikutinya, sehingga namanya dikenal luas di jajaran pengurus IKPI se-Indonesia. Pada November 2024, ia dilantik sebagai Ketua Pengurus Pengda Sumbagut, memperluas kontribusinya bagi organisasi.

Di luar IKPI pun, Barry Kusuma dikenal luas dan memiliki banyak sahabat. Kehadirannya selalu membawa kehangatan dan kebersamaan.

“Kini kita semua merasa kehilangan. Kita tidak lagi bersama dalam kegiatan IKPI, PPL, seminar, atau sekadar makan bersama. Kita tidak bisa lagi bertanya kepada guru, tidak mendengar lagi guyonan yang membuat kita tertawa terbahak-bahak,” ungkap Ebenezer.

Ia menyadari bahwa kini semua tinggal kenangan, meninggalkan kesedihan dan air mata saat melepas kepergian sosok yang telah mendampinginya selama 17 tahun—sebagai anggota, sebagai pengurus, dan selama 10 tahun sebagai sekretaris Barry Kusuma di IKPI Medan.

“Selamat jalan Pak Barry Kusuma, dari juniormu yang selalu mendampingi Bapak. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kesalahan selama kita bersama. Saya akan selalu mengenang Bapak,” tutup Ebenezer.

Kepergian Drs. Barry Kusuma meninggalkan jejak mendalam, tidak hanya sebagai pemimpin organisasi, tetapi sebagai senior, guru, dan sahabat bagi banyak orang di keluarga besar IKPI. (bl)

In Memoriam: Andreas Budiman Kenang Kebijaksanaan dan Keakraban Drs. Barry Kusuma

Ketua Departemen Advokasi dan Bantuan Hukum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Andreas Budiman, menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya Drs. Barry Kusuma. Bagi Andreas, sosok Barry Kusuma bukan hanya pemimpin organisasi, tetapi senior yang mampu merangkul semua kalangan tanpa sekat.

Menurut Andreas, salah satu hal yang paling berkesan dari Barry Kusuma adalah sikapnya yang tidak pernah menciptakan jarak antara senior dan yunior. Dalam setiap kesempatan, ia selalu membangun komunikasi yang setara, hangat, dan penuh rasa hormat.

“Beliau adalah senior yang tidak ada gap dengan yunior. Siapa pun bisa berdiskusi dengan beliau tanpa rasa sungkan,” ujar Andreas.

Ia menuturkan, setiap percakapan dengan Barry Kusuma selalu diwarnai humor dan canda tawa. Pembawaannya yang ringan membuat suasana diskusi menjadi cair, bahkan ketika membahas persoalan organisasi maupun isu-isu profesional yang serius.

“Humornya khas. Saat ngobrol, selalu ada candaan yang membuat suasana jadi hangat. Tapi di balik itu, pandangan beliau sangat bijak,” lanjutnya.

Sebagai Ketua Departemen Advokasi dan Bantuan Hukum, Andreas juga melihat bahwa Barry Kusuma memiliki sudut pandang yang matang dan penuh pertimbangan dalam menyikapi berbagai persoalan organisasi. Nasihat dan arahannya kerap menjadi penyeimbang dalam dinamika internal.

Baginya, kebijaksanaan Barry Kusuma lahir dari pengalaman panjang serta ketulusan dalam mengabdi kepada organisasi. Ia tidak hanya berbicara berdasarkan aturan, tetapi juga berdasarkan nilai dan hati nurani.

“Beliau selalu mengingatkan bahwa organisasi ini dibangun dengan kebersamaan. Sikap bijaknya membuat kita belajar bagaimana menjadi pemimpin yang tetap rendah hati,” kata Andreas.

Kepergian Drs. Barry Kusuma meninggalkan kesan mendalam bagi banyak pengurus dan anggota IKPI. Bagi Andreas Budiman, keteladanan dalam menjaga keakraban lintas generasi serta kebijaksanaan dalam berpikir akan selalu menjadi warisan yang hidup di tubuh organisasi.

“Beliau akan selalu dikenang sebagai senior yang hangat, humoris, dan penuh kebijaksanaan,” tutup Andreas. (bl)

In Memoriam: Jemmi Sutiono Kenang Drs. Barry Kusuma sebagai Penjaga Kekeluargaan IKPI

Ketua Departemen Humas Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Jemmi Sutiono, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Drs. Barry Kusuma pada Senin, 16 Februari 2026 di RS Siloam Medan. Bagi Jemmi, kehilangan ini bukan hanya kehilangan seorang pemimpin daerah, tetapi juga sosok yang memiliki perhatian besar terhadap setiap individu di dalam organisasi.

Dalam kesan pribadinya, Jemmi menilai Barry Kusuma sebagai figur yang sangat memperhatikan setiap orang yang pernah berhubungan dan mengenalnya. “Beliau bukan hanya mengenal nama, tetapi benar-benar mengenal pribadi anggotanya. Perhatian itu terasa tulus dan konsisten,” ujarnya.

Menurut Jemmi, kekuatan utama Barry Kusuma terletak pada kemampuannya membangun relationship yang kokoh dengan pondasi kekeluargaan yang erat. Hubungan yang dibangun tidak sekadar formal organisasi, tetapi tumbuh menjadi ikatan emosional yang kuat antaranggota.

“Beliau selalu menempatkan hubungan antarpengurus dan anggota dalam bingkai kekeluargaan. Itulah sebabnya suasana di IKPI, khususnya di Sumatera Utara, terasa guyub dan kompak,” kata Jemmi.

Ia menambahkan bahwa kekompakan tersebut bukan terjadi secara instan, melainkan hasil dari pendekatan yang penuh empati dan komunikasi yang hangat. Barry Kusuma dikenal mampu merangkul berbagai karakter dan latar belakang anggota tanpa sekat.

Sebagai Ketua Departemen Humas, Jemmi melihat bahwa figur seperti Barry Kusuma memiliki peran penting dalam membangun citra organisasi. “Organisasi yang kuat bukan hanya karena programnya, tetapi karena soliditas manusianya. Dan beliau adalah salah satu penjaga soliditas itu,” tegasnya.

Jemmi juga menilai bahwa nilai kekeluargaan yang ditanamkan Barry Kusuma menjadi fondasi penting dalam menjaga marwah organisasi. Kedekatan yang dibangun tidak menghilangkan profesionalisme, justru memperkuat rasa tanggung jawab bersama.

“Beliau membuktikan bahwa kepemimpinan bisa tegas tanpa kehilangan sentuhan kemanusiaan,” lanjut Jemmi.

Menutup pernyataannya, Jemmi berharap semangat kekeluargaan dan kekompakan yang telah dibangun Barry Kusuma dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus IKPI. “Jejak beliau akan selalu hidup dalam kebersamaan dan soliditas organisasi,” ujarnya. (bl)

In Memoriam: Hery, SE, BKP Kenang Drs. Barry Kusuma sebagai Sosok Loyal dan Pengayom IKPI Sumbagut

Wakil Ketua IKPI Pengda Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Hery, SE, BKP, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Drs. Barry Kusuma pada Senin, 16 Februari 2026 di RS Siloam Medan. Bagi Hery, kepergian sosok yang selama ini menjadi rekan seperjuangan dalam organisasi meninggalkan kehilangan yang sangat personal sekaligus organisatoris.

Hery mengenal Drs. Barry Kusuma sebagai sosok yang hebat, cerdas, berpengaruh, dan baik hati. “Sejak awal saya mengenal beliau di organisasi, kesan pertama saya adalah beliau figur yang kuat secara pemikiran, rasional dalam bersikap, tetapi tetap hangat dan peduli,” ujarnya.

Menurut Hery, kontribusi paling berkesan yang diberikan Barry Kusuma adalah keberhasilannya membawa IKPI di wilayah Sumatera Utara bertumbuh dan berkembang secara signifikan. Di bawah kepemimpinannya, organisasi semakin kompak, solid, dan semakin dikenal di khalayak ramai.

“Beliau tidak hanya membangun struktur organisasi, tetapi juga membangun rasa memiliki di antara anggota. IKPI menjadi lebih kuat karena kekompakan dan soliditas yang terus dijaga,” kata Hery.

Nilai dan karakter yang paling melekat pada diri Barry Kusuma, lanjut Hery, adalah loyalitas, kepedulian, sikap rasional, serta pembawaan yang humoris. Kombinasi itu menjadikan kepemimpinannya terasa tegas namun tetap bersahabat.

Salah satu kenangan yang paling diingat Hery adalah kebiasaan sederhana namun penuh makna setiap hari Sabtu. “Kami sering sarapan bersama Mie Ayam Asen di Jalan Waringin, juga bersama Pak Eben Ezer Simamora. Momen-momen seperti itu bukan hanya soal makan bersama, tetapi ruang diskusi ringan yang penuh keakraban,” ungkapnya.

Dalam perjalanan profesi, Hery juga mengingat pesan yang selalu dipegang hingga kini. Barry Kusuma kerap menekankan bahwa menjadi Konsultan Pajak harus pintar dan cerdas, menguasai ketentuan perpajakan, mampu memberikan penjelasan yang lugas kepada klien, harus memiliki kemampuan komunikasi yang berhasil dengan pihak fiskus serta tetap rendah hati dan bekerja dengan hati nurani.

“Beliau selalu mengingatkan bahwa profesionalisme harus berjalan beriringan dengan integritas,” tambah Hery.

Menutup pernyataannya, Hery menyampaikan satu kalimat yang menurutnya paling tepat untuk menggambarkan sosok tersebut. “Beliau adalah sosok yang sangat loyal terhadap organisasi IKPI, dengan gaya humoris yang selalu mengayomi anggotanya.”

Bagi keluarga besar IKPI Sumbagut, Drs. Barry Kusuma bukan sekadar pemimpin, melainkan figur panutan yang meninggalkan jejak kuat dalam perjalanan organisasi. Semangat, nilai, dan dedikasinya akan terus hidup dalam kebersamaan IKPI. (bl)

In Memoriam: Nuryadin Rahman Kenang Semangat Tak Pernah Padam Drs. Barry Kusuma

Wakil Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Nuryadin Rahman, mengenang Drs. Barry Kusuma sebagai sosok pemimpin cabang yang penuh dedikasi dan tidak pernah berhenti berkontribusi bagi organisasi, bahkan dalam kondisi sakit sekalipun.

Nuryadin mengaku mulai mengenal Barry Kusuma sejak tahun 2014, ketika dirinya terpilih sebagai Ketua IKPI Cabang Depok. Pada saat yang sama, Barry Kusuma menjabat sebagai Ketua IKPI Cabang Medan. Sejak itulah komunikasi dan interaksi keduanya terjalin intens sebagai sesama Ketua Cabang.

“Saya mengenal beliau sejak 2014. Kami sama-sama menjadi Ketua Cabang, beliau di Medan dan saya di Depok. Dalam banyak kesempatan, beliau selalu memberikan masukan dan kontribusi pemikiran untuk kemajuan IKPI,” ujar Nuryadin.

Menurutnya, semangat Barry Kusuma dalam membangun organisasi sangat luar biasa. Dalam forum para Ketua Cabang, keduanya aktif berdiskusi melalui grup komunikasi internal, bertukar pandangan, serta merumuskan berbagai langkah untuk penguatan organisasi di daerah masing-masing.

“Beliau aktif berdiskusi, memberikan pandangan, dan selalu memikirkan perkembangan IKPI. Energinya sangat terasa,” katanya.

Yang paling membekas bagi Nuryadin adalah semangat Barry Kusuma yang tidak pernah padam, bahkan, kondisi kesehatan sudah menurun akibat sakit dan stroke. Dalam keadaan fisik yang terbatas, ia tetap ingin memberikan yang terbaik untuk organisasi.

“Dalam kondisi sakit pun, beliau masih ingin berkontribusi. Beliau ditunjuk oleh Ketua Umum Vaudy Starworld sebagai Ketua Pengda, dan beliau bersedia. Walaupun dalam keadaan kurang sehat, beliau tetap ingin memberikan dedikasi, pikiran, bahkan materi untuk perkembangan IKPI,” ungkap Nuryadin.

Nuryadin juga mengenang momen pelantikan, ketika Barry Kusuma tetap berusaha hadir dengan menggunakan tongkat saat dilantik sebagai Ketua Pengda Sumbagut. Baginya, itu menjadi simbol nyata semangat pengabdian yang tidak pernah surut.

“Pada saat pelantikan pun beliau tetap hadir, berusaha tegar dengan tongkat. Di situ kita melihat bahwa semangat beliau terhadap organisasi tidak pernah padam dalam kondisi apa pun,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa keteladanan tersebut harus menjadi contoh bagi generasi pengurus yang lebih muda. “Kita yang lebih muda harus menjadikan sosok Barry Kusuma sebagai teladan. Dedikasi dan loyalitasnya terhadap IKPI sangat luar biasa,” tegasnya.

Bagi Nuryadin, Barry Kusuma bukan hanya rekan sesama Ketua Cabang, tetapi figur yang menunjukkan arti pengabdian sejati dalam organisasi. Semangatnya akan terus hidup sebagai inspirasi bagi perjalanan IKPI ke depan. (bl)

In Memoriam: Vaudy Starworld Kenang Drs. Barry Kusuma sebagai Tokoh Penting Kemajuan IKPI

Ketua Umum Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI), Vaudy Starworld, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Drs. Barry Kusuma pada Senin, 16 Februari 2026 pukul 00.42 WIB di RS Siloam Medan. Bagi Vaudy, Drs. Barry Kusuma bukan hanya seorang pengurus daerah, melainkan salah satu tokoh penting dalam perjalanan dan kemajuan IKPI, baik di tingkat nasional maupun di wilayah Medan dan Sumatera Utara.

“Kepergian beliau adalah kehilangan besar bagi keluarga besar IKPI. Kita kehilangan seorang tokoh, orang baik, guru, dan orang yang mendedikasikan hidupnya buat IKPI,” ujar Vaudy.

Menurut Vaudy, kiprah Barry Kusuma di IKPI telah dimulai sejak lama. Bahkan sebelum 2014, beliau sudah menjabat sebagai Ketua IKPI Cabang Medan. Secara resmi tercatat sejak 2004 dipercaya menjadi Ketua IKPI Cabang Medan dan memimpin selama beberapa periode. Sejak itu, ia menunjukkan komitmen yang konsisten dalam membangun organisasi hingga akhirnya Ketua Umum Vaudy Starworld menunjuknya sebagai Ketua Pengda IKPI Sumbagut untuk masa bakti 2024–2029.

“Drs. Barry Kusuma merupakan salah satu tokoh yang berperan dalam mendorong kemajuan organisasi, tidak hanya di Sumatera Utara tetapi juga dalam dinamika nasional IKPI,” lanjut Vaudy.

Vaudy menegaskan bahwa dedikasi Barry Kusuma terhadap IKPI tidak pernah surut. “Beliau adalah pengurus yang aktif, hadir dalam berbagai agenda organisasi, dan selalu memberikan kontribusi nyata. Banyak sumbangsih yang telah beliau berikan demi kemajuan IKPI, baik dari sisi penguatan kelembagaan maupun soliditas anggota,” katanya.

Di tingkat daerah, Barry Kusuma dikenal sebagai figur pemersatu yang mampu menjaga kekompakan dan semangat kolektif para anggota. Sementara di tingkat nasional, pandangan dan masukannya kerap menjadi bagian penting dalam berbagai pembahasan strategis organisasi.

“Beliau bukan hanya menjalankan amanah jabatan, tetapi benar-benar menghidupi nilai organisasi. Loyalitas, kepedulian, dan semangat membangun yang beliau tunjukkan menjadi teladan bagi kita semua,” tegas Vaudy.

Vaudy juga mengenang gaya kepemimpinan Barry Kusuma yang hangat dan humanis. Sikapnya yang humoris membuat suasana organisasi terasa lebih cair, namun tetap fokus pada tujuan besar memajukan profesi konsultan pajak.

“Atas nama Pengurus Pusat IKPI dan seluruh anggota di Indonesia, saya menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian Drs. Barry Kusuma. Warisan semangat dan kontribusinya akan terus menjadi bagian dari perjalanan IKPI ke depan,” tutup Vaudy.

Keluarga besar IKPI mendoakan agar Drs. Barry Kusuma mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Dedikasi beliau akan selalu dikenang sebagai bagian penting dari sejarah dan kemajuan IKPI. (bl)

In Memoriam: Drs. Barry Kusuma, Sosok Loyal dan Humoris yang Menguatkan IKPI Sumbagut

Keluarga besar Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) berduka atas wafatnya Drs. Barry Kusuma, Ketua Pengurus Daerah (Pengda) IKPI Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), yang meninggal dunia pada Senin, 16 Februari 2026 pukul 00.42 WIB di RS Siloam Medan. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi seluruh jajaran pengurus dan anggota IKPI, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Utara.

Drs. Barry Kusuma dikenal sebagai sosok yang telah lama mengabdikan diri dalam organisasi. Ia mulai aktif di IKPI sejak tahun 2004 dengan menjabat sebagai Ketua IKPI Cabang Medan. Sejak saat itu, dedikasi dan komitmennya terhadap penguatan organisasi terus berlanjut hingga dipercaya memimpin Pengda IKPI Sumbagut sebagai ketua.

Selama lebih dari dua dekade berkiprah di IKPI, Barry Kusuma dikenal sebagai figur yang loyal dan penuh kepedulian terhadap organisasi. Baginya, IKPI bukan sekadar wadah profesi, melainkan rumah besar yang harus dijaga dengan semangat kebersamaan dan rasa tanggung jawab.

Dalam kepemimpinannya, Barry Kusuma menanamkan nilai kekeluargaan, kehangatan, dan kekompakan di antara anggota. Ia meyakini bahwa organisasi yang kuat bukan hanya dibangun oleh struktur yang kokoh, tetapi juga oleh hubungan antarsesama yang dilandasi rasa saling menghormati dan peduli.

Sosoknya yang humoris menjadi ciri khas tersendiri. Dalam berbagai forum organisasi, Barry Kusuma kerap mencairkan suasana dengan candaan ringan tanpa mengurangi substansi pembahasan. Gaya kepemimpinan yang hangat dan bersahabat membuat anggota merasa dekat dan nyaman berdiskusi dengannya.

Rekan-rekan sejawat mengenang Barry Kusuma sebagai pribadi yang sangat baik dan selalu siap membantu. Tidak jarang ia meluangkan waktu untuk mendengarkan persoalan anggota, memberikan masukan, hingga mendampingi dalam berbagai kegiatan organisasi. Komitmennya terhadap kemajuan anggota menjadi teladan yang patut ditiru.

Di tengah dinamika organisasi yang terus berkembang, Barry Kusuma kerap mengingatkan pentingnya belajar tanpa henti untuk meningkatkan pengetahuan. Ia juga menekankan sikap rendah hati, peduli terhadap sesama, serta bersikap dengan hati nurani dalam setiap tindakan profesional maupun organisatoris.

Warisan yang ditinggalkan Barry Kusuma bukan hanya berupa jabatan atau struktur kepengurusan, melainkan nilai-nilai kebersamaan yang hingga kini masih terasa di lingkungan IKPI Sumbagut. Semangat kekeluargaan dan kekompakan yang ia bangun menjadi fondasi yang kuat bagi generasi penerus organisasi.

Kepergian Drs. Barry Kusuma menjadi kehilangan besar bagi IKPI. Namun, dedikasi, ketulusan, dan nilai-nilai yang ia tanamkan akan terus hidup dalam perjalanan organisasi. Semoga beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan. (bl)

en_US