{"version":"1.0","provider_name":"Ikatan Konsultan Pajak Indonesia","provider_url":"https:\/\/ikpi.or.id\/en","title":"Pengusaha Berharap Pajak Kripto Bisa 1 Persen - Ikatan Konsultan Pajak Indonesia","type":"rich","width":600,"height":338,"html":"<blockquote class=\"wp-embedded-content\" data-secret=\"pEahz01lcV\"><a href=\"https:\/\/ikpi.or.id\/en\/pengusaha-berharap-pajak-kripto-bisa-1-persen\/\">Pengusaha Berharap Pajak Kripto Bisa 1 Persen<\/a><\/blockquote><iframe sandbox=\"allow-scripts\" security=\"restricted\" src=\"https:\/\/ikpi.or.id\/en\/pengusaha-berharap-pajak-kripto-bisa-1-persen\/embed\/#?secret=pEahz01lcV\" width=\"600\" height=\"338\" title=\"&#8220;Pengusaha Berharap Pajak Kripto Bisa 1 Persen&#8221; &#8212; Ikatan Konsultan Pajak Indonesia\" data-secret=\"pEahz01lcV\" frameborder=\"0\" marginwidth=\"0\" marginheight=\"0\" scrolling=\"no\" class=\"wp-embedded-content\"><\/iframe><script>\n\/*! This file is auto-generated *\/\n!function(c,d){\"use strict\";var e=!1,o=!1;if(d.querySelector)if(c.addEventListener)e=!0;if(c.wp=c.wp||{},c.wp.receiveEmbedMessage);else if(c.wp.receiveEmbedMessage=function(e){var t=e.data;if(!t);else if(!(t.secret||t.message||t.value));else if(\/[^a-zA-Z0-9]\/.test(t.secret));else{for(var r,s,a,i=d.querySelectorAll('iframe[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),n=d.querySelectorAll('blockquote[data-secret=\"'+t.secret+'\"]'),o=new RegExp(\"^https?:$\",\"i\"),l=0;l<n.length;l++)n[l].style.display=\"none\";for(l=0;l<i.length;l++)if(r=i[l],e.source!==r.contentWindow);else{if(r.removeAttribute(\"style\"),\"height\"===t.message){if(1e3<(s=parseInt(t.value,10)))s=1e3;else if(~~s<200)s=200;r.height=s}if(\"link\"===t.message)if(s=d.createElement(\"a\"),a=d.createElement(\"a\"),s.href=r.getAttribute(\"src\"),a.href=t.value,!o.test(a.protocol));else if(a.host===s.host)if(d.activeElement===r)c.top.location.href=t.value}}},e)c.addEventListener(\"message\",c.wp.receiveEmbedMessage,!1),d.addEventListener(\"DOMContentLoaded\",t,!1),c.addEventListener(\"load\",t,!1);function t(){if(o);else{o=!0;for(var e,t,r,s=-1!==navigator.appVersion.indexOf(\"MSIE 10\"),a=!!navigator.userAgent.match(\/Trident.*rv:11\\.\/),i=d.querySelectorAll(\"iframe.wp-embedded-content\"),n=0;n<i.length;n++){if(!(r=(t=i[n]).getAttribute(\"data-secret\")))r=Math.random().toString(36).substr(2,10),t.src+=\"#?secret=\"+r,t.setAttribute(\"data-secret\",r);if(s||a)(e=t.cloneNode(!0)).removeAttribute(\"security\"),t.parentNode.replaceChild(e,t);t.contentWindow.postMessage({message:\"ready\",secret:r},\"*\")}}}}(window,document);\n<\/script>","thumbnail_url":"https:\/\/ikpi.or.id\/wp-content\/uploads\/2022\/11\/kripto.jpeg","thumbnail_width":275,"thumbnail_height":183,"description":"IKPI, Jakarta: Munculnya pengaturan perpajakan kepada industri kripto di Indonesia menandakan sudah matangnya pertumbuhan industri kripto di Indonesia. Hal itu disepakati oleh Indodax, Bappebti dan Aspakrindo.CEO Indodax Oscar Darmawan\u00a0mengungkapkan, pemberlakuan pajak ini memberikan beban finansial yang sangat\u00a0berat bagi para investor kripto. Total jumlah pajak yang harus disetorkan setiap bulan disebutnya\u00a0bahkan melebihi pendapatan para pelaku industri.\"Saat ini terdapat berbagai jenis pajak aset kripto yang dikenakan di Indonesia yaitu PPh sebesar 0.10 persen, PPN sebesar 0.11 persen, dan tambahan 0.02 persen untuk biaya bursa, deposito, dan kliring,\" ujar Oscar seperti dikutip dari Liputan6.com, Senin (4\/3\/2024).\"Terlebih lagi, jika bertransaksi menggunakan stablecoin seperti USDT,\u00a0akan dikenakan penggandaan pajak. Banyaknya jenis pajak yang dikenakan, membuat\u00a0jumlah total\u00a0pajak\u00a0yang harus dibayarkan oleh investor menjadi mahal dan berpotensi dapat\u00a0mematikan industri kripto di Indonesia,\" bebernya.Maka dari itu, menurut Oscar, industri ini membutuhkan sebuah\u00a0trigger\u00a0atau\u00a0pemicu untuk merangsang pertumbuhannya. Salah satu cara yang paling efektif\u00a0dengan melakukan peninjauan kembali besaran nominal pajak kripto di Indonesia melalui\u00a0penghapusan besaran PPn dan hanya dikenakan\u00a0PPh.\"Karena dalam waktu dekat industri kripto dari Bappebti akan dialihkan ke OJK. Artinya\u00a0kripto akan menjadi bagian dari industri keuangan. Maka dari itu, tidak tepat jika masih\u00a0dikenakan PPn dan diharapkan pajaknya bisa menjadi 0,1 persen,\" imbuh dia.\u00a0Sementara itu, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan\u00a0Berjangka Komoditi Bappebti,\u00a0Tirta Karma Senjaya,\u00a0mengatakan jika lebih dari 50 persen pajak fintech\u00a0dihasilkan oleh\u00a0pajak kripto.\"Memang adanya pengenaan pajak di industri kripto dapat menambah pendapatan negara\u00a0kurang lebih Rp 259 miliar. Pajak kripto pun berkontribusi lebih dari 50 persen dalam\u00a0industri fintech. Regulasi ini lahir untuk mengatur, bukan mengekang ataupun\u00a0menghambat,\" ungkapnya.\u00a0\u00a0\"Namun ternyata adanya regulasi ini dalam implementasinya berdampak di pasar dan menambah biaya yang harus dibayarkan oleh investor,\" ia menambahkan. (bl)"}