SEKTOR INFRA STRUKTUR HARUS DIUTARAKAN

Sektor Infrastruktur Harus Diutamakan
Ditulis oleh Harian Seputar Indonesia  
Monday, 06 June 2011

JAKARTA – Rencana penerbitan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang tax holiday dinilai bukan solusi terbaik untuk menjaring investor masuk ke dalam negeri.Pemberian insentif pajak yang akan diberikan pada semua industri besar itu, hasilnya dikhawatirkan tidak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai pemerintah.

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Erwin Aksa menegaskan tidak semua industri besar membutuhkan tax holiday. Jika PMK tentang tax holiday menyebutkan akan memberikan insentif untuk semua industri berskala besar, Erwin menilai hal itu kurang tepat. Menurut Erwin, banyak industri besar yang tidak membutuhkan tax holiday,tapi lebih memerlukan kepastian pasar, misalnya industri automotif.

Tax holiday semangatnya untuk memberikan insentif dan bisa mendorong bagaimana industri strategis bisa tumbuh. Pemberian tax holiday menurutnya lebih baik difokuskan pada sektor infrastruktur dan manufaktur, misalnya untuk pembangunan infrastruktur listrik atau untuk investasi yang bisa meningkatkan daya saing produk dalam negeri.“Harus dicari pemberian tax holidayyang lebih spesifik,karena tujuan insentif diberikan untuk mendorong pertumbuhan infrastruktur dan manufaktur,” katanya saat dihubungi kemarin.

 Sejauh ini, ujarnya, kelemahan dari investasi dalam bidang infrastruktur dan industri manufaktur adalah tidak mendukungnya sarana infrastruktur domestik, sehingga pengusaha harus menanggung beban investasinya sendiri.“Kalau pemberian tax holiday tepat, tentu manfaatnya sangat besar,”lanjutnya.

Menurut dia, pemerintah harus menyeimbangkan pemberian tax holiday untuk pembangunan infrastruktur dan industri manufaktur di daerahdaerah. Tujuannya agar terjadi pembangunan yang seimbang antara daerah dan pusat. Menteri Keuangan Agus Martowardojo sebelumnya mengatakan bahwa PMK tentang tax holiday akan diterbitkan pada Juni 2011.Dalam PMK tersebut disebutkan bahwa tax holiday akan diberikan untuk semua industri besar di seluruh Indonesia.

Tidak hanya menggunakan prioritas seperti wacana yang muncul sebelumnya, yaitu untuk industri pionir, industri di kawasan Indonesia timur,dan industri padat karya. Sementara itu, pengamat ekonomi Umar Juoro mengatakan bahwa terbitnya PMK tax holiday pada Juni 2011 harus selektif. Misalnya diberikan kepada industri yang bisa meningkatkan daya saing dan menciptakan lapangan kerja yang besar, atau diberikan kepada industri di luar Pulau Jawa.

Bernadette Lilia Nova

Sumber : Harian Seputar Indonesia
Tanggal: 06 Juni 2011

�
�

Buku Pajak

Daftar Anggota

User login

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Enter the characters shown in the image.

counter

  • Site Counter: 10,597,949
  • Unique Visitor: 45,373
  • Registered Users: 159
  • Unregistered Users: 47,039
  • Blocked Users: 47,027
  • Published Nodes: 5,405
  • Unpublished Nodes: 8
  • Server IP: 202.74.236.100
  • Your IP: 54.144.100.123
  • Since: 2018-05-13 14:04:34
  • Visitors:
  • Today: 0
    This week: 0
    This month: 0
    This year: 789767