LIPUTAN KONFERENSI THE CHAMBER OF TAX ADVISERS- RUSSIA

Lampiran: 

Di tahun-tahun terakhir dari era Uni Soviet, peraturan perpajakan didasarkan pada tambal sulam proses penyempurnaan peraturan terutama,

•    Undang-Undang tentang Pajak Penghasilan Pribadi dan Perusahaan tahun 1990, 
•    "Kerangka Sistem Pajak Federasi Rusia " tahun 1991, dan
•    Hukum federal, regional dan lokal

Perpajakan di era 1992-1998 secara substansial berbentuk desentralisasi, dimana pemerintah regional dan lokal berhak untuk menciptakan pajak mereka sendiri.

Dalam pidato kepresidenannya di bulan February 1995 presiden Boris Yeltsin mengusulkan untuk kembali memusatkan dan merampingkan sistem pajak melalui penyatuan Undang Undang Perpajakan. Yeltsin menyatakan bahwa tujuan utama adalah untuk mempromosikan investasi di bidang manufaktur, sementara pada saat yang sama memaksimalkan pendapatan pajak negara, dan secara khusus menuntut penghapusan pajak preferensi sewenang-wenang dan penggelapan pajak.

Sistem Perpajakan Federasi Rusia

Undang Undang Perpajakan Rusia (the Russian Tax Code) adalah Undang-Undang Pajak utama untuk Federasi Rusia.  Undang Undang ini dibuat, diadopsi dan diimplementasikan dalam tiga tahap sebagai berikut:

1.    Bagian pertama berlaku 31 Juli 1998 (pengesahan bagian ini dipercepat sejalan dengan terjadinya krisis), disebut juga sebagai Bagian Umum, antara lain mengatur hubungan antara Wajib Pajak dengan otoritas Perpajakan, prosedur pemeriksaan pajak, penyelesaian sengketa, dan penegakan hukum.

2.    Bagian kedua, diundangkan pada tanggal 5 Agustus 2000, antara lain mengatur system perpajakan yang lebih spesifik, tarif, jadwal pembayaran, dan prosedur rinci untuk perhitungan pajak

3.    Amandemen bagian dua yang terjadi selama periode setelah tahun 2000, dengan tambahan  antara lain seperti bagian pajak keuntungan perusahaan dan sistem pajak disederhanakan untuk usaha kecil.

Bagian Dua (beserta amandemennya), yang dilaksanakan pada saat kepemimpinan presiden Vladimir Putin dapat dikatakan merupakan tonggak penetapan beberapa hal penting seperti:  

•    Pemberlakuan Pajak Penghasilan Pribadi dengan satu tarif sebesar 13 % (dampak sangat signifikan dapat dilihat dengan naiknya pendapatan negara dari pajak penghasilan pribadi sebesar 26%);
•    Perubahan berbagai kontribusi sosial menjadi pajak regresif sosial terpadu (UST);
•    Penurunan tarif Pajak Penghasilan Badan menjadi 24%;
•    Penurunan tarif dividen menjadi 6%;
•    Penurunan tarif PPN dari 20% menjadi 18% di tahun 2004, dan selanjutnya menjadi 12% di tahun 2007-2008.  Tarif ini secara sepihak kemudian dikembalikan ke angka 18% guna menanggulangi dampak krisis finansial di tahun 2008.  PPN merupakan penyumbang utama penerimaan dari sector pajak. 

Pajak Penghasilan Pribadi

Pajak Penghasilan Pribadi dikenakan berbasis individu dan tidak mengenal pelaporan secara kolektif.  Pengusaha sebagai pembayar penghasilan berkewajiban memotong Pajak Penghasilan, sehingga Wajib Pajak yang hanya menerima penghasilan dari satu pemberi kerja tidak perlu mengajukan pajak kembali kecuali untuk mengklaim pengembalian kelebihan pembayaran pajak yang diakibatkan dimasukkannya komponen biaya pengurang (deductible expenses). Biaya pengurang yang paling penting adalah biaya sehubungan pembelian rumah (hanya diperbolehkan sekali), dan pendidikan dan biaya pengobatan. Keabsahan (diterima atau tidaknya) komponen biaya pengurang tergantung antara lain pada kelengkapan dokumentasi.  Jumlah yang boleh dikurangkan juga tunduk kepada spesifik limitasi angka sesuai peraturan berlaku.   Sesuai statistik dari 10,4 juta penduduk terdaftar dari Moskow diperiode awal decade 2000, hanya 94 ribu mengajukan pengembalian pajak tahun 2006 dan 105 ribu diajukan untuk tahun 2007.

Akhir tahun pajak adalah tanggal 31 Desember.  Pelaporan dilakukan paling lambat tanggal 30 April tahun berikutnya. Kegagalan untuk mengajukan pelaporan pajak dapat mengakibatkan denda dengan jumlah 5% dari pajak yang terutang untuk setiap bulan penuh. Denda ini mungkin tidak melebihi 30% dari jumlah total pajak jatuh tempo dan tidak boleh kurang dari 1000 rubel.

Hukum Federal Rusia 229-FZ ("UU") diadopsi pada tanggal 27 Juli 2010, membawa perubahan banyak untuk Undang Undang Perpajakan Rusia. Perubahan terutama kepedulian Bagian 1 dari Undang Undang, diberlakukannya prosedur pertukaran dokumen secara elektronik, prosedur pendaftaran untuk cabang dan kantor perwakilan disederhanakan, langkah-langkah pemeriksaan pajak dan lain lain.

Versi baru dari Formulir Pajak Penghasilan Orang Pribadi untuk Individu (N-3 NDFL) diperkenalkan oleh Keputusan Layanan Pajak Federal # MMB-7-3/760 dari tanggal 10 November 2011. Form ini diisi di atas kertas dapat diajukan oleh wajib pajak ke Kantor Pajak atau oleh perwakilan resmi secara hukum, dikirim melalui pos dengan daftar isi, atau dikirim secara elektronik.

Electronic Filing untuk pelaporan Pajak Penghasilan Pribadi

Wajib Pajak dapat melaporkan pajak dan dokumentasi akuntansi elektronik melalui saluran telekomunikasi (misalnya e-filing) langsung ke otoritas pajak atau melalui operator resmi.

Umumnya, hanya pembayar pajak terbesar yang memenuhi syarat untuk e-filing langsung ke otoritas pajak dengan menggunakan software khusus yang umum tidak tersedia. Sebagian besar Wajib Pajak yang memenuhi syarat untuk e-filing hanya melalui operator khusus.

Dasar legislatif e-filing adalah Peraturan disetujui oleh Keputusan Menteri Pajak dan Iuran Rusia tanggal 2002/04/02 № БГ-3-32/169 (terdaftar di Departemen Kehakiman Rusia 2002/05/16 № 3437).

E-filing hanya mungkin bagi pembayar pajak dengan memiliki perangkat lunak dan perangkat keras yang kompatibel dengan sarana teknis dari otoritas pajak.

Sistem E-filing dipercaya akan memberikan benefit sebagai berikut:

1.    Menghemat  waktu (Wajib Pajak tidak perlu mengunjungi Kantor Pajak)

2.    Tidak ada duplikasi (pengajuan pelaporan dokumentasi elektronik tidak memerlukan duplikasi dalam bentuk hard copy)

3.    Menghindari kesalahan (E-filing software sangat mengurangi jumlah kesalahan. Perangkat lunak ini memungkinkan untuk memeriksa pelaporan otomatis, pengolahan data lebih akurat dan pelaporan sesuai dengan standar)

4.    Dijamin update (dalam kasus perubahan formulir pelaporan, atau pengenalan bentuk-bentuk pelaporan baru, wajib pajak secara otomatis mendapat kesempatan untuk memperbarui daftar bentuk sebelum tanggal jatuh tempo dari e-filing)

5.    Ketenangan pikiran {bila menggunakan e-filing wajib pajak memiliki kesempatan untuk mendapatkan dari otoritas pajak pernyataan resmi (output pencetakan pada pajak) menyatakan bahwa wajib pajak sudah memenuhi persyaratan}

6.    Informasi tepat waktu (Wajib pajak memiliki kesempatan untuk menerima melalui e-mail informasi publik yang tersedia pada perubahan undang-undang pajak, peraturan, dll)

7.    Konfirmasi pengiriman (ketika e-filing wajib pajak dijamin untuk memperoleh konfirmasi pengiriman, yang memiliki validitas hukum dalam kasus sengketa)

8.    Kerahasiaan (E-filing software dilengkapi dengan software enkripsi terbaru untuk melindungi privasi)

9.    Meningkatkan pengolahan data

Kontributor:
1.    Suryohadi Djulianto
2.    Lani Dharmasetya
3.    Silvia Fitrayanti

0
0

Buku Pajak

Daftar Anggota

  • Hary Suganda
    Jakarta Selatan
    2033/PP.IKPI-A/X/2012
  • Semarang
    KEP-586/SK-PP.IKPI-B/XII/2005
  • Semarang
    919/SK-PP.IKPI-A/VIII/2008 ; 1697/PP.IKPI-B/IX/2011
  • Tangerang
    2019/PP.IKPI-A/IX/2012
  • Bandung
    1959/PP.IKPI-B/V/2012

User login

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Enter the characters shown in the image.

counter

  • Site Counter: 7,426,150
  • Unique Visitor: 205,647
  • Registered Users: 159
  • Unregistered Users: 32,790
  • Blocked Users: 32,778
  • Published Nodes: 5,360
  • Unpublished Nodes: 8
  • Server IP: 115.124.92.116
  • Your IP: 107.22.56.104
  • Since: 2009-11-06 11:22:43
  • Visitors:
  • Today: 1639
    This week: 43513
    This month: 73747
    This year: 631361