KESADARAN BAYAR PAJAK RENDAH

Kesadaran Bayar Pajak Rendah
Ditulis oleh SINDO.com  
Friday, 30 September 2011

SEMARANG– Tim gabungan dari Pemkot, Kejaksaan Negeri dan Polrestabes Semarang kemarin menertibkan tujuh reklame bermasalah di sejumlah jalan protokol.

Ketujuh pemilik titik reklame ini diketahui menunggak pajak dan merugikan Pemkot sekitar Rp142 juta.Penertiban reklame bermasalah ini dilakukan dengan cara menutup baliho menggunakan kain besar bertuliskan ‘Reklame Bermasalah’. Penertiban dilakukan lantaran peringatan yang diberikan oleh Pemkot Semarang berkali-kali tak diindahkan.

Tujuh reklame yang dinyatakan bermasalah adalah milik Global Elektronik, Radio Gajah Mada, CV Graha Cipta Nusantara, Datanci, Primagama (dua titik), dan Taliwang-Jamu Leo.Besaran tunggakannya itu bervariasi, antara Rp5 juta sampai Rp47 juta.Para pemilik titik reklame itu menunggak pajak sejak 2007 hingga 2010.

Kepala Bidang Pajak Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang Lilik Purno Putranto mengatakan, pemilik tujuh reklame itu sangat membandel. “Kami tegas soal ini, dan selanjutnya meminta kepada pemilik reklame untuk mengurus di kantor, bukannya di lapangan,” katanya di sela-sela pembongkaran,kemarin.

Dia mencontohkan,reklame Global Elektronik di Jalan Pandanaran No 102 Semarang itu sudah menunggak dari tahun 2007-2010, dengan total tunggakan sekitar Rp26 juta. Padahal nilai itu belum ditambah dengan denda keterlambatan sebanyak 2% per bulan dan denda yustisi sebanyak 25%. “Selain memperingatkan, kami juga sudah melakukan penagihan langsung, namun dari perusahaan tidak segera membayarkan,” imbuhnya.

Menurut Lilik, kesadaran pengelola reklame dalam membayar pajak masih rendah. Buktinya,para pengusaha itu dinilai sering menundanunda pembayaran. “Kalau tidak dilakukan operasi secara besar-besaran seperti ini, para pengusaha tidak kunjung mau mengurus,”katanya.

Operasi yustisi pajak reklame secara rutin digelar setiap tahun karena di Semarang masih ada temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahwa ada tunggakan sektor reklame sekitar Rp17,5 miliar dari tahun 2007-2010. Hingga tahun 2010 piutang reklame Pemkot Semarang mencapai Rp18,450 miliar.

Kasi Intel Kejari Semarang Hendri Siswanto menyatakan siap meneruskan laporan Pemkot Semarang terkait tunggakan pajak oleh beberapa pengusaha tersebut. Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang Ari Purbono meminta Pemkot lebih tegas dalam upaya penagihan.

Amin Fauzi / Agus joko

Sumber : SINDO.com
Tanggal: 30 September 2011

�
�

Buku Pajak

Daftar Anggota

User login

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Enter the characters shown in the image.

counter

  • Site Counter: 10,424,271
  • Unique Visitor: 45,373
  • Registered Users: 159
  • Unregistered Users: 45,835
  • Blocked Users: 45,823
  • Published Nodes: 5,400
  • Unpublished Nodes: 8
  • Server IP: 202.74.236.100
  • Your IP: 54.162.118.107
  • Since: 2018-05-13 14:04:34
  • Visitors:
  • Today: 0
    This week: 0
    This month: 0
    This year: 789767