KASUS DUGAAN PENGGELAPAN PAJAK DI SOLO TERUS DIUSUT

Kasus Dugaan Penggelapan Pajak di Solo Terus Diusut
Ditulis oleh Mediaindonesia.com  
Wednesday, 27 April 2011

SOLO--MICOM: Kanwil Ditjen Pajak II Jawa Tengah Selatan terus intensifkan pengusutan kasus pelaporan penggelapan pajak miliaran rupiah yang dilakukan dua perusahaan di Solo.

"Selain volume dokumen yang dibawa pelapor tidak mencukupi atau tidak komplit, ternyata obyeknya juga ada yang berada di luar kewenangan kami, sehingga harus koordinasi dengan Kanwil Ditjen Pajak lain. Seluruh hasilnya nanti kita sampaikan ke kantor Direktorat Jendral Pajak Pusat, yang akan membuat keputusan terkait kasus itu," ungkap Kepala Kanwil Ditjen Pajak II Jateng Selatan Dicky Hertanto kepada Media Indonesia, Rabu (27/4).

Sejauh ini, pihakya sudah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk pemilik perusahaan H dan juga pelapor Imam Basuki. Tim Penyidik Pajak juga meminta agar pelapor bisa memberikan tambahan data yang bisa mempermudah pengusutan kasus yang sudah dimulai sejak awal 2010.

Dicky menambahkan lamanya waktu pengusutan, karena untuk pembuktian yang sahih atas pelaporan penggelapan pajak dua perusahaan perkayuan itu, harus benar-benar bisa menemukan bagaimana modus operandi, pelaku, saksi, alat bukti dan kerugian negara.

"Kita tidak akan mundur. Tapi memang tidak bisa cepat, dan apalagi obyeknya ada yang diluar yurisdiksi kami, sehingga kami pun perlu berkoordinasi dengan kanwil lain," imbuh Dicky.

H sendiri menilai laporan dugaan penggelapan pajak tersebut hal yang mengada-ada. "Itu laporan gila. Saya tahu, siapa dibalik pelaporan itu. Imam itu hanya suruhan Rudy Tri Santosa, mantan menantu saya yang selama ini ingin menguasai harta saya. Dia tidak pernah berhasil, lalu membuat laporan seperti itu," ungkap H.

Dia kukuh, dirinya tidak melakukan penggelapan pajak dua perusahaan yang kini sudah tidak dialihkan pengelolaan kepada anak-anaknya itu. Pelaporan itu muncul, karena diyakini sebagai rekayasa Rudy, yang dikenal sebagai orang yang sangat pintar mengotak atik pembukuan.

Pada tahun 2005, Rudy Tri Santosa itu ditangkap Tim Intelijen Kejari Solo saat menjadi buron, seusai kasasinya dalam kasus pelepasan dana Rp113 miliar untuk Yohanes Friets Waleleng dan Ali Sanjaya ditolak Mahkamah Agung. Ia ditangkap di sebuah rumah di jalan Rajiman, Laweyan, dan dibawa ke Jakarta untuk dijebloskan tujuh bulan di penjara Salemba. (WJ/OL-04)

Penulis : Widjajadi

Sumber : Mediaindonesia.com
Tanggal: 27 April 2011

�
�

Buku Pajak

Daftar Anggota

User login

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Enter the characters shown in the image.

counter

  • Site Counter: 10,804,456
  • Unique Visitor: 45,373
  • Registered Users: 159
  • Unregistered Users: 48,055
  • Blocked Users: 48,043
  • Published Nodes: 5,412
  • Unpublished Nodes: 8
  • Server IP: 202.74.236.100
  • Your IP: 52.91.245.237
  • Since: 2018-05-13 14:04:34
  • Visitors:
  • Today: 0
    This week: 0
    This month: 0
    This year: 789767