INVESTOR TAIWAN TERGIUR INSENTIF PAJAK

Investor Taiwan Tergiur Insentif Pajak
Ditulis oleh Harian Kontan  
Tuesday, 27 September 2011

JAKARTA, Investor Taiwan tengah mengincar Indonesia sebagai tujuan investasi. Mereka tengah menjajaki beberapa sektor seperti petrokimia dan biodiesel.

Wakil Menteri Perekonomian Taiwan Sheng-Chung Lin mengatakan, salah satu pertimbangan Taiwan membidik Indonesia adalah pertumbuhan ekonomi. "Indonesia juga terus mengembangkan berbagai kebijakan insentif," kata Lin usai bertemu Wakil Menteri Perindustrian Alex SW Retraubun, Senin (26/9).

Lin mengungkapkan, kebijakan insentif dari pemerintah Indonesia berupa tax holiday dan tax allowance menjadi pertimbangan bagi investor Taiwan. Investor Taiwan terutama ingin berinvestasi di sektor energi dan mineral. Namun nilai investasi masih didiskusikan.
Rombongan Lin yang datang terdiri dari 37 orang. Di antaranya sejumlah perusahaan seperti perusahaan petrokimia CPC Corporation Taiwan, perusahaan mesin pertanian Chang Weitiller and Cultivator Co Ltd. dan perusahaan otomatif A-Kars Internasional Co Ltd.

Direktur Industri Kimia Dasar Ditjen Basis industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Tony Tanduk bilang, Taiwan menjajaki investasi di bidang petrokimia. "Mereka saya tawarkan membangun cracking dan refinery untuk ethylene," ujarnya.

Gayung pun bersambut. Investor Taiwan berminat membangun cracking dan refinery berkapasitas 1 juta ton-2 juta ton per tahun. Investasinya sekitar Rp 5 triliun-Rp 10 triliun. Kini, mereka masih mempelajari rencana itu.

Tony menambahkan, jika jadi masuk, produk industri petrokimia Taiwan akan memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sebab, produksi industri lokal belum mencukupi.

Taiwan juga melirik investasi biodiesel. Dirjen Pengembangan Perwilayahan Industri Kemperin Dedi Mulyadi mengatakan, investor Taiwan sudah survei ke Mamuju, Sulawesi Barat. Mereka akan membangun pabrik biodiesel berbasis jarak. "Dari hasil survei daerahnya dinilai cocok," kata Dedi.

Investasi tersebut butuh lahan sekitar 100 hektare untuk pabrik dan penanaman jarak. Nantinya, ia akan memasarkan produk di dalam negeri dan ekspor. Namun, lanjut dia, si investor ini masih mencari partner bisnis di Indonesia sebab ia hendak menjalankan kemitraan intiplasma.

Taiwan adalah negara tujuan ekspor Indonesia ke-10. "Demikian juga sebagai negara asal impor, Taiwan menduduki urutan ke-10," kata Alex. Total perdagangan antara Indonesia dan Taiwan terus tumbuh. Pada 2006, nilainya US$ 4,06 miliar, lalu meningkat menjadi US$ 8,08 miliar di tahun lalu.

Alex mengajakan Taiwan berinvestasi di 6 sektor yang jadi fokus pengembangan industri yaitu industri berbasis sumber daya alam, industri kecil dan menengah, industri barang modal, industri yang banyak menyerap tenaga kerja, industri pertumbuhan tinggi, dan industri prioritas khusus.

Sumber : Harian Kontan
Tanggal: 27 September 2011

�
�

Buku Pajak

Daftar Anggota

User login

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Enter the characters shown in the image.

counter

  • Site Counter: 10,804,444
  • Unique Visitor: 45,373
  • Registered Users: 159
  • Unregistered Users: 48,055
  • Blocked Users: 48,043
  • Published Nodes: 5,412
  • Unpublished Nodes: 8
  • Server IP: 202.74.236.100
  • Your IP: 52.91.245.237
  • Since: 2018-05-13 14:04:34
  • Visitors:
  • Today: 0
    This week: 0
    This month: 0
    This year: 789767