INSENTIF FISKAL UNTUK CEGAH PENGALIHAN RENCANA INVESTASI

Insentif fiskal untuk cegah pengalihan rencana investasi
Ditulis oleh Bisnis.com  
Monday, 25 April 2011

JAKARTA: Pembahasan kebijakan insentif fiskal harus segera dituntaskan untuk mencegah pengalihan rencana investasi baru investor ke negara lain yang kini ditengarai lebih tertarik berinvestasi ke Vietnam dibandingkan dengan Indonesia.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Indonesia Aromatik, Olefin, dan Plastik Indonesia Fajar AD Budiyono mengatakan insentif fiskal merupakan salah satu daya tarik bagi investor untuk menentukan ke negara mana akan berinvestasi. Insentif-insentif seperti penundaan pembayaran pajak badan atau insentif lain yang tertuang di dalam rencana revisi PP No.62/2008, bisa mengkompensasi kekurangan Indonesia di mata investor saat ini.

“Kenapa orang lari ke Vietnam, karena selama ini Indonesia kurang menarik, bunga kredit tinggi, infrastruktur jelek, pajak tidak menguntungkan. Seperti pajak misalnya, seharusnya pemerintah bisa melakukan penangguhan pajak badan untuk 5 tahun, seperti yang diberikan pesaing, kita baru berani PPN,” katanya hari ini.

Saat ini, katanya, investor dari beberapa negara, seperti Korea Selatan, Taiwan, dan juga China, melakukan beauty contest untuk tujuan investasi paling menarik di antara negara-negara Asean. Malaysia, Singapura, dan Thailand yang sebelumnya merupakan tujuan paling menarik, sebenarnya telah jenuh.

“Yang dilihat sebagai lokasi yang layak dipertandingkan sebenarnya Vietnam dan Indonesia yang masih cukup luas. Masalahnya, kalau kita tidak bisa mengimbangi apa yang disediakan Vietnam kepada investor…? Saat ini Indonesia praktis hanya unggul potensi pasar saja,” katanya.

Dirjen Basis Industri Manufaktur Panggah Susanto mengatakan saat ini pemerintah terus membahas baik revisi PP No.62/2008 maupun Peraturan Menteri Keuangan turunan dari PP No.94/2010. Dia mengakui Kementerian Keuangan meminta adanya pendalaman masing-masing rencana insentif per sektor, per daerah dan per komoditasnya.

“Demikian juga terkait dengan PMK turunan dari PP No.94/2010. Kami sudah mulai bicara lebih konkret,” ungkapnya.

Panggah mengatakan saat ini investasi masuk ke Indonesia menunjukkan tren meningkat dan momentum tersebut harus dimanfaatkan. “Kalau kehilangan kesempatan itu, dan investor pindah ke negara lain, untuk menariknya ke sini lagi susah.”

Kemenperin dan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sepakat agar pembahasan rancangan insentif fiskal segera dituntaskan. “Draft sudah ada, kalau mau pendalaman secepatnya sehingga Juni atau Juli sudah bisa keluar dua-duanya. Apalagi untuk PP No.62/2008 itu setelah selesai direvisi masih perlu perangkat aturan teknis lebih lanjut.”

Sebelumnya, Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Azhar Lubis mengatakan berdasarkan perkembangan terakhir, kemungkinan PMK turunan PP No.94/2010 baru akan keluar pada Agustus 2011. Bahkan, katanya, revisi PP No.62/2008 justru akan molor lebih lama, yaitu hingga akhir tahun.

“Kalau pembahasan terakhir, PP No.62/2008 kemungkinan baru bisa selesai akhir tahun karena yang harus dibahas cukup banyak. Untuk PP No.94/2010 industri yang akan mendapat insentif adalah yang berinvestasi di atas US$1 miliar, seperti migas dan baja,” terangnya.

Azhar mengatakan kendati tren investasi meningkat, pembahasan insentif fiskal masih relevan untuk segera dituntaskan terutama terkait dengan upaya pemerintah menarik investasi untuk infrastruktur dan industri pengolahan bahan baku yang tersedia di dalam negeri. Apalagi, katanya, seperti diundangkan dalam UU No.4/2009 tentang Minerba terdapat kewajiban bagi investor untuk membangun pabrik pengolahan tambang mineralnya di Indonesia setelah 5 tahun regulasi itu diundangkan.

“Artinya 2014 mereka sudah harus mulai direalisasikan. Itu yang akan kami dorong terus dengan memberikan berbagai insentif dan tax holiday untuk industri pioner yang bisa memberikan nilai tambah di dalam negeri,” katanya. (dj)

Oleh Rudi Ariffianto

Sumber : Bisnis.com
Tanggal: 25 April 2011

�
�

Buku Pajak

Daftar Anggota

User login

CAPTCHA
This question is for testing whether you are a human visitor and to prevent automated spam submissions.
Image CAPTCHA
Enter the characters shown in the image.

counter

  • Site Counter: 10,804,610
  • Unique Visitor: 45,373
  • Registered Users: 159
  • Unregistered Users: 48,056
  • Blocked Users: 48,044
  • Published Nodes: 5,412
  • Unpublished Nodes: 8
  • Server IP: 202.74.236.100
  • Your IP: 52.91.245.237
  • Since: 2018-05-13 14:04:34
  • Visitors:
  • Today: 0
    This week: 0
    This month: 0
    This year: 789767